Hewan Kambing

Kambing merupakan jenis ternak yang sudah lama dibudidayakan.

Hewan Kuda

Kuda adalah olahraga yang di sunahkan Rasullullah

This is default featured istana mulai title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 29 Juni 2015

Cara Budidaya Bandeng, Susah atau Gampang ya?

Cara Budidaya Bandeng, Susah atau Gampang ya?


Bandeng, tentu saja jenis ikan yang satu ini terdengar tidak asing di telinga Anda apalagi jika Anda penggemar berat makanan yang terbuat dari ikan ini. Tentu saja Anda tidak akan lupa dengan bandeng presto khas kota Semarang yang akan semakin mak nyus jika disantap dengan sambal cabai merah. Siapa yang tidak akan tergoda dengan kerenyahan dan kegurihan dari ikan tambak yang satu ini. Dan mungkin itulah sebabnya peluang dari bisnis budidaya ikan bandeng pun juga menjadi sangatlah menjanjikan dan apalah salahnya jika Anda ingin mencoba usaha ini suatu saat karena memang bisnis ini sudah terbukti sangat menguntungkan terlebih jika Anda unggul dalam hal cara ternak dan juga pada akhirnya bidang marketing atau pemasaran.

Ikan Bandeng

Sebelum kita berbicara masalah cara budidaya maupun teknik beternak ikan bandeng yang tepat, tentunya kita juga perlu tahu lebih dalam lagi tentang ikan yang satu ini. Walaupun ikan ini terlihat seperti ikan-ikan pada umumnya namun jika diamati lebih jauh maka Anda akan menemukan karakteristik tertentu pada tubuh ikan bandeng seperti bentuk tubuh luarnya yang memanjang dan sedikit lebih pipih seperti torpedo dan tentu saja dilengkapi dengan sejumlah sirip-sirip yang membantunya untuk berenang. Sirip yang ada pada ekor ikan ini juga terbilang lebih besar dan bentuknya terlihat seperti cagak. Sisiknya sendiri berwarna putih keperakan sedangkan bagian punggungnya lebih condong kearah hijau keperakan.
Jika dikategorikan maka ikan yang satu ini tergolong kedalam ikan bertulang keras maka daripada itu banyak orang yang mencoba mengakali kelemahan jenis ikan ini sehingga terciptalah ikan bandeng presto yang tentu saja lebih lezat dan lebih mudah dinikmati. Tipe ikan bandeng sendiri dibagi menjadi lima jenis (A, B, C, D, dan E) dan setiap variety memiliki kandungan protein yang berbeda satu dengan yang lain.

Cara Budidaya

Teknik budidaya ikan bandeng sebenarnya cukup sederhana. Yang paling penting jika Anda ingin mengggeluti bisnis ini adalah harus memiliki ketelatenan yang tinggi karena Anda harus melalui beberapa tahap seperti tahap pemeliharaan induk, pemijahan, penetasan, pendederan dimana akan dihasilkan bibit bandeng yang oleh orang-orang juga sering disebut dengan istilah nener, kemudian dilanjutkan ke tahap atau proses pembesaran sehingga orang-orang sering menganggap cara beternak ikan bandeng merupakan sesuatu yang susah-susah gampang apalagi jika mengingat bahwa perlu setidaknya 6 bulan sampai ikan bandeng siap panen. Namun, jika dilihat sekarang ini teknologi pembenihan sudah sangatlah maju sehingga para peternak ikan bandeng tidak perlu lagi bergantung pada proses pendederan karena dapat membeli bibit bandeng yang telah disediakan oleh para pemasok khusus.
Ikan yang satu ini merupakan jenis ikan herbivora sehingga cara mendapatkan pakannya pun tidaklah terlalu sulit apalagi jika Anda berada di kompleks budidaya ikan bandeng sehingga justru para pemasok makanan ikan bandenglah yang akan mendatangi para konsumen. Pakan yang biasa diberikan oleh peternak biasanya dalam bentuk pellet walaupun sebenarnya makanan utama ikan bandeng sendiri adalah plankton dan lumut-lumutan yang ada di sekitar kolam atau tambak.
Membudidaya dan merawat ikan bandeng mungkin tidak sesederhana yang kita kira karena biasanya konsumen hanya tinggal menikmati ikan bandeng yang sudah dihidangkan di atas meja sehingga kita setidaknya perlu berpikir berpuluh-puluh kali sebelum memutuskan untuk terjun ke bisnis ini.

Berternak dan Budidaya Kuda Pacu Memacu Untung

Berternak dan Budidaya Kuda Pacu Memacu Untung

Untuk budidaya kuda diperlukan banyak Modal baik Pengetahuan Finansial Sumber daya dan Akses Pasar Kuda Pacu, hal tersebut bukanlah suatu hal yang mudah, dan diperlukan suatu studi kelayakan yang baik agar peternakan yang anda dirikan nantinya dapat sesuai apa yang menjadi tujuan profit atau sekedar hoby.
Berternak dan Budidaya Kuda Pacu Memacu Untung
Sebelum anda terjuan atau anda skedar melihat atau  tambah pengetahuan tentang kuda silahkan ikutu asal usul kuda dan jenis jenisnya
Sistematika


Sistematika kuda menurut Blakely dan Bade (1992), memiliki urutan sebagai berikut :


Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata (hewan bertulang belakang)
Sub phylum : Vertebrata
Class : Mamalia (menyusui)
Ordo : Perisodactyla
Familia : Equidae
Genus : Equus
Species : Equus cabalus


Berternak dan Budidaya Kuda Pacu Memacu Untung


Asal-usul Kuda Pacu


Sekitar 13 juta tahun yang lalu setelah kehadirannya hewan prakuda, muncullah leluhur kuda yang pertama kali diketahui sebagai Eohippus. Hewan tersebut ukurannya kecil juga, tidak lebih dari seekor serigala, tinggi pundaknya 25-45 cm, kaki depan mempunyai 3 jari tracak. Telinganya kecil tapi kompak, bulunya merupakan bulu furry seperti anjing, ekornya bergerak-gerak, mukanya panjang sehingga memberi tempat cukup untuk gigi yang banyak 44 buah. Karakteristik yang berbeda dari Eohippus bila dibandingkan dengan spesies toritis pendahulunya adalah arah pertumbuhan kakinya. Kaki merupakan adaptasi dari keadaan asli yang berjari lima, yang berubah menjadi empat. Satu jari depan mengalami retraksi menjadi splint (Blakely dan Bade, 1992).

Mesohippus. Sekitar 40 juta tahun yang silam, proses evolusi telah mengubah wujud kuda lebih drastis. Waktu jaman Ologocene, muncul hewan Mesohippus. Mesohippus tampil lebih besar dari pendahulunya, dengan tinggi pundak mempunyai 60 cm. Teracak kecil sudah mulai berkembangpada ketiga jarinya baik kaki depan maupun kaki belakang (Blakely dan Bade, 1992).
Merychippus. Semasa jaman Miocene yaitu sekitar 25 juta tahun yang lalu, muncullah spesies Merychippus sebagai kuda yang benar baru. Ini adalah jenis kuda dengan 3 jari yang penampilannya tegak, tingginya sekitar 100 cm dan mempunyai 3 jari baik pada kaki depan maupun kaki belakang (Blakely dan Bade, 1992).

Pliohippus. Kemudian sekitar 10 juta tahun yang lalu, semasa jaman Pliocene kuda berkembang menjadi Pliohippus. Leluhur kuda jenis ini mempunyai satu jari atau satu tracak pada tiap kakinya. Pliohippus merupakan hewan monodaktil (hewan bertracak tunggal) sejati yang pertama dalam sejarah evolusi (Blakely dan Bade, 1992).
Equus. Akhirnya sekitar 2 juta tahun yang lalu, kuda seperti yang kita kenal sekarang yaitu Equus caballus, muncul sebagai makhluk yang lebih besar. Namun sekitar 8 ribu tahun yang lalu, spesies Equus ini punah di daratan Amerika Serikat dan tidak muncul lagi sampai orang-orang Spanyol membawa kuda masuk ke benua Amerika pada tahun 1400-an (Blakely dan Bade, 1992).

Bangsa-bangsa Kuda
Kuda Sumatra. Kuda ini umumnya berwarna coklat dn coklat tua kemerah-merahan dengan rambut ekor dan kaki bagian bawahnya hitam. Bentuk kepala agak besar denagn leher lebar dan pendek. Rambut kepala kasar dan berdiri. Kakinya langsing dan berbulu di bagian persendiannya (Nusyirwan, 1993).


Kuda Batak. Kuda ini diketahui tersebar di Tapanuli Utara, terutama di sekitar danau Toba. Bentuknya menyerupai kuda Mongol. Tubuhnya kecil, tingginya kurang dari 1,20 m. Perimbangan tubuhnya baik. Hidung dari kuda ini besar, dan relatif panjang. Kepala sukar ditundukkan secara sempurna karena tengkuknya yang pendek, ekor duduknya tinggi, warna bermacam-macam, tipe kuda beban (Sosroamidjojo dan Soeradji, 1982).


Kuda American Saddle Horse. American Saddle Horse dikembangkan didaerah-daerah perkebunan di negara bagian Amerika Serikat. Hampir semua Amerika Saddle Horse adalah keturunan dari kuda Denmark yang sangat terkenal karena lomba sejauh 4 mil, yang dilahirkan pada tahun 1839. Karakteristik yang menonjol dari bangsa kuda ini adalah enak dinaiki untuk jarak jauh dan dapat dipekerjakan sambil membawa beban (Blakely dan Bade, 1992).

Kuda Hockney. Merupakan keturunan dari kuda jantan Thoroughbred yang disilagnkan denagn kuda betina asli Inggis di daerah Norfolk. Bangsa ini semula merupakan kuda tunggang, tetapi juga dipakai sebagai kuda pekerja (Blakely dan Bade, 1992).
Kuda Arab. Kuda Arab mungkin berasal dari Mesir, tetapi telah dikembangkan di Arab sampai mencapai bentuk yang ada sekarang. Kemudian dikembang-biakan di Amerika Serikat sejak jaman penjajahan. Karakteristik yang menonjol dari kuda Arab adalah kecepatan daya tahan tubuhnya (stamina) dan kecantikannya. Kuda ini juga terkenal karena mempunyai sifat yang jinak, tampaknya lebih suka bersahabat (berdekatan) dengan manusia (Blakely dan Bade, 1992).
Kuda Welsh Pony. Bangsa kuda Welsh berasal dari Wales. Daerah yang berat, bergunung-gunung dan tumbuh-tumbuhan yang jarang merupakan seleksi alam sehingga hanya yang paling tangguh saja yang dapat bertahan. Bangsa ini agak lebih besar dari Shetland dan juga terkenal sebagai kuda pony untuk pertunjukan dan sering disilangkan dengan Thoroughbred. Sering digambarkan sebagai kuda pelatih yang kecil, kuda ini juga berguna untuk pacuan, ternak kerja dan untuk berburu (Blakely dan Bade, 1992).

Kuda Thoroughbred. Kuda Thoroughbred dikembangkan oleh keluarga raja Inggris sebelum diimpor ke Amerika. Karena penggunaan di Inggris, muncullah istilah “ olahraga raja” karena bangsawan Inggris baik laki-laki maupun wanitanya mengembangbiakan dan melombakan kuda ini yang penampilannya bagus sekali. Selain kecerdasannya, karakteristik yang menonjol adalah kecepatan lari dan daya tahannya (Blakely dan Bade, 1992).


TIPs Membeli Kuda Bagi Pemula
Bila anda bertanya kepada saya tentang bagaimana seharusnya memilih kuda, maka kepala saya pusing, otak berputar tujuh keliling mencari jawabannya.
Terdapat beragam motivasi orang membeli kuda, apalagi bagi seorang pemula yang belum banyak pengetahuan soal kuda dan dunia berkuda. Sehingga saya harus berusaha mencari jawaban dari anda.
Namun saya tetap akan datang dengan jawaban yang sedapat mungkin membuat anda jelas dan dapat mengambil keputusan yang benar dalam hal memilih kuda dan  kalau bisa memberi gambaran dimana dan berapa harganya.
Sebelum memberikan jawaban itu saya mesti tahu dulu bagaimana latar belakang anda berkaitan tentang dunia kuda. kalau anda seorang yang sudah berpengalaman akan lebih mudah (mesklipun ya masih sulit juga) untuk membantu mencari kuda sasaran anda. Namun paling tidak gambaran kuda macam apa yang anda butuhkan sudah bisa saya dapatkan.
Bagi seorang pemula gambaran itu belum ada. Biasanya mereka  melihat kuda dari tinggi, kelamin, dan warnanya saja. Ketertarikan dengan sebagian kecil soal kuda ini merupakan hal yang wajar-wajar saja. Namun perlu dimengerti bahwa ada banyak faktor yang harus dipahami sebelum memilih seekor kuda untuk dipelihara.
Anggap saja faktor-faktor itu sudah dimengerti dan memutuskan untuk membeli seekor kuda untuk anda. Lalu bagaimana caranya memilih kuda yang pas untuk anda.
Ada beberapa pertanyaan yang akan saya ajukan, seperti: Anda mau membeli kuda untuk apa? Untuk ikut olah raga pacuan kuda atau equestrian? atau sekedar untuk tunggang dirumah, diladang misalkan. Atau untuk dipelihara sebagai binatang kesayangan keluarga saja.  Atau untuk diternakkan dan diambil anak keturunannya.
Kuda sport baik pacu ataupun tunggang (equestrian) menuntut jenis dan phisik tersendiri. Anda harus melihatnya mulai dari konstruksi, tinggi, kondisi badan/postur, pedigree (garis keturunan) maupun kesehatan kuda. Dan satu lagi yang penting adalah SERTIFIKAT (BRK). Semua kuda untuk tujuan olahraga harus bersertifikat yang diterbitkan oleh Biro Regristrasi Kuda. Alasannya karena salah satu klasifikasi kuda dalam lomba yang diikuti akan ditentukan lewat BRK itu. Misalkan untuk Pacu: jenis Sandel, G/Pony, KPI ataupun Thoroughbred. Sedangkan pada equestrian biasanya digolongkan berdasarkan RAS kuda dan tinggi kuda.
Sementara itu untuk kuda bukan untuk olah raga persayaratan ini tidak diperlukan, kecuali bila anda ingin melakukan breeding (ternak). Breeding tetap harus mengikuti aturan organisasi karena kuda hasil ternakan itu nantinya akan dipakai untuk lomba.
OK sekarang, anggap saja anda ingin mencari kuda untuk pacu. Pertanyaan saya berikutnya adalah budget yang akan anda keluarkan. Harga kuda sangat bervariasi tergantung: jenis kelamin, pedigree, tinggi kuda (klas), RAS kuda (Sandel, Pony/G, KPI, Thoroughbred), prestasi kuda, prestasi induknya, prestasi bapaknya, warna, dan ciri-ciri phisik si kuda.
Bagi seorang yang sudah berpengalaman soal kuda warna kuda diberi bobot paling rendah. Namun kelamin dan pedigree serta prestasi memiliki bobot paling tinggi.
Dalam dunia kuda jenis kelamin jantan memiliki harga lebih rendah dibanding betina. Jadi anda berbanggalah jadi lelaki karena harganya sama dengan perempuan. Di dunia kuda harga kuda jantan lebih rendah dari betina ! Kecuali anda dinobatkan sebagai pejantan profesional. Eh maksud saya kuda jantan dinobatkan sebagai pejantan profesional, baru harganya melejit sampai 1 milyar bahkan lebih.
Klas atau tinggi kuda dalam kelompok kuda Pony G. Kuda pony dibagi menjadi G1, G2, G3, G4. Juga ada KPI, KP5, KP6. Makin tinggi G nya kuda memiliki prosentasi darah thoroughbred lebih besar, sedangkan darah lokalnya makin mengecil. Oleh karenanya ketinggian punggung kuda dari tanah makin tinggi. Harganyapun makin tinggi pula. Makin tinggi punggung kuda, makin baik dalam hal langkahnya, kecepatannya oleh karena itu dikelompokkan dalam Klas tersendiri. Aturan Pordasi memiliki Klas A, B, C, D, E dan F untuk pony dimana klas A adalah kelas tertinggi.
Sangat jelas G nya makin tinggi kuda makin baik dan harganyapun menjadi makin ... buruk ! karena mahal !
Yang paling sulit melakukan penilaian terhadap seekor kuda adalah kondisi phisik dan kontruksinya. Karena apapun G nya, kuda tergantung konstruksi dan kondisi phisik yang bersangkutan.
Bagaimana posturnya ? Atletiskah? cacat phisikkah? Jalannya tegak dan lurus kah? langkahnya benar atau silangkah? matanya, telinganya, napasnya, kerongkongannya, perutnya, dadanya, kakinya, kukunya dsb. Ada banyak yang mesti dilihat. Dan itu menjadi hal yang menentukan dalam memilih dan memberi penilaian harga kuda.
Kalau semua sudah baik, masih ada lagi yang harus diperiksa yaitu perangai si kuda, kharakter si kuda. Kuda suka menggigit, kuda suka menendang, kuda suka berdiri, kuda suka berhenti berlari dll. Itu semua harus  dipertimbangkan sebelum anda memilihnya.
Andaikan anda hanya ingin memilih kuda untuk dipelihara sebagi hewan kesayangan anda sekeluarga, pertimbganan-pertimbangan diatas masih juga perlu dipakai, Bahkan faktor perangai dan kharakter si kuda menjadi dominan disamping hal-hal lain yang saya berikan diatas. Karena memelihara kuda yang nakal akan menjadi beban pikiran buat anda selamanya. Anda akan khawatir manakala anak-anak dan anggota keluarga anda berada disamping kuda anda.
Bila anda ingin memelihara kuda untuk diternakkan, saya kira anda akan melayani para penggemar kuda untuk sport baik tunggang ataupun pacu. Pilihlah kuda dengan pedigree yang termasuk TOP of The TOP. Meskipun untuk ini anda akan mengeluarkan uang dalam jumlah yang lebih besar.
Belilah indukan yang telah memiliki prestasi dalam gelanggang lomba saat masih mudanya. Kalau kuda pacu ya di arena pacuan kuda kalau equestrian ya di acara lomba tunggang serasi, show jumping, cross country, endurance dll.
Datanglah dalam acara-acara lomba seperti itu anda akan bertemu dengan para penggemar kuda senior dan berdiskusi kira-kira kuda yang baik yang mana ya. Atau datanglah ke Stable yang ternama, biasanya mereka memiliki stock kuda-kuda yang akan mereka lepas setelah karir pacunya berakhir. Membeli kuda dari stable akan lebih menguntungkan karena pedigree dan prestasi indukan sudah jelas. Dan biasanya mereka akan memberi gambaran yang jelas kepada anda soal kuda yang cocok untuk kebutuhan anda.

Tips Memelihara Kelinci untuk Pemula

anggora alis(Hotot)/ducth
  1. Jangan membeli kelinci anakan di bawah umur 2 bulan. Itu akan mengakibatkan kelinci mudah mati karena kekebalan tubuhnya rentan.
  2. Kelinci di petshop atau pinggir jalan sering dikatakan umur 1 bulan, bahkan ada yang bilang 2 bulan. Kita tidak tahu betul akan hal itu sebab kita tidak menerima kalender kelahiran. Para pedagang sering berbohong dengan mengatakan kelinci umur 1 bulan, padahal kecil-kecil, biasanya baru umur 20-25 hari. Kalau 2 bulan saja tidak diperbolehkan dibeli, maka 1 bulan jelas lebih gawat.
  3. Kelinci di bawah umur 3 bulan sangat rawan dibawa pergi jauh melewati 100 km perjalanan.
  4. Jangan percaya kelinci tidak boleh dikasih air minum. Semua makhluk hidup butuh air minum, terlebih kelinci anakan yang baru saja dipisahkan dari induknya.
  5. Jangan percaya bahwa kelinci kebutuhan air minumnya cukup dari rumput, sebab rumput layu kadar airnya sangat minim sementara kebutuhan untuk melancarkan pencernaan dengan air dan kebutuhan kencing sangat banyak. Air putih matang atau mentah sangat dibutuhkan kelinci.
  6. Kangkung bukan pakan terbaik. Setiap pohon berjenis berbambu berpotensi menyimpan gas. Jangan terkecoh pada kesukaan kelinci. Kelinci suka kangkung karena lapar dan tidak ada pakan lain. Kalau sudah lapar apapun jadi.
  7. Kangkung dan kubis menyimpan potensi gas yang tinggi dan mengakibatkan air kencing bau (amoniak).
  8. Jangan percaya bahwa musim hujan banyak mengakibatkan kematian. Bukan soal musim hujannya, tetapi kelembabab dan kebersihan yang jadi masalah. Kalau bisa ditangani secara baik dijamin tidak akan banyak kematian.
  9. Pakan kelinci adalah rumput. Anak kelinci di bawah 3 bulan lebih cocok rumput ketimbang pelet. Pemberian pelet (atau pakan padat lain) seperti ampas tahu atau bekatul boleh tetapi hanya sedikit. Baru setelah umur 2,5 bulan boleh lebih banyak (sekitar 50 gram) sedang kelinci di atas 3 bulan bisa 100gram per hari. Kelinci anak lebih cocok rumput karena sistem pencernaannya masih labil. Kalau banyak pelet jadi berat, terlebih jika tidak diberi air minum.
  10. Penyebab kudis/budugen hanya satu sebab, yakni karena kandang jorok. Kuku kelinci yang sering menginjak kotoran biasanya menularkan penyakit kudis itu ke telinga. Solusi kebersihan sebagai syarat mutlak. Kaki/kuku kelinci perlu dibersihkan dengan air hangat supaya kuman/kutu pada mati. Kalau perlu dipotong kukunya biar lebih aman.
  11. Wortel (bersih) sangat baik bagi Kelinci Anakan maupun kelinci dewasa. Gizi wortel tinggi sehingga anakan kelinci pun sangat perlu memakan wortel. Hindari wortel kotor dan busuk sebab bisa jadi penyakit pencernaan.
  12. Jangan percaya bahwa kelinci anakan bisa dibawa pergi jauh. Itu akan membuat celaka sebab kelinci anakan di bawah 2 bulan masih sangat rawan stres. Stres mengakibatkan pencernaan terganggu, terlebih jika kurang air minum dan kurang serat (rumput).
  13. Jangan percaya air membuat kelinci mati. Bukan airnya yang membuat mati, melainkan karena penyakit. Penyakit kelinci yang ditimbulkan oleh bateri, protozoa atau kuman bisa muncul dari mana saja. Termasuk air. Pastikan air itu bersih. Kalau kena kotoran segera ganti yang bersih.
  14. Jangan percaya setiap jenis kelinci yang dijual umum itu keturunan ras murni. Kita tidak tahu soal kawin silang. Pada umur 1 bulan kelinci bisa jadi nampak murni, tetapi pada dewasa kelak jenisnya jadi aneh-aneh. Biasanya sudah terjadi perkawinan silang. Kalau mau dapat bibit yang baik sesuai keinginan mesti melihat induknya langsung.
  15. Jangan membawa kelinci di perjalanan dengan kardus sebab kardus menimbulkan panas dan sumpek. Banyak kejadian kelinci pada mati. Kalaupun hidup hanya beberapa hari selanjutnya mati karena pengaruh banyak hal, seperti stress dipisah dari induk, perjalanan jauh, dehidrasi (kekurangan air) atau stres karena kepadatan kelinci.

Rabu, 24 Juni 2015

Panduan Usaha Budidaya Ternak Lele Pemula

Panduan Usaha Budidaya Ternak Lele Pemula

Halo sobat, setelah sekian lama tidak bersua, tim usahaternak mencoba untuk kembali menyapa sobat ternak semua melalui informasi singkat yang semoga berguna bagi semua penghobi ternak. Artikel kali ini mengenai panduan usaha budidaya lele praktis agar sobat sekalian tidak bingung ketika akan memulai bisnis lele. Sebelumnya memang banyak sekali pertanyaan yang masuk pada kami mengenai bisnis lele ini, mengingat trendingbisnis ikan lele tidak pernah pasang surut, dan peminatnya bisnis ini semakin tahun ke tahun semakin meningkat yang tidak lain dipengaruhi meningkatnya konsumen ikan lele, baik untuk konsumsi, usaha pemancingan lele, maupun dijual di pasaran. Selain beberapa faktor tersebut, bisnis lele memang dikenal mudah untuk dilakukan dan dengan biaya yang cukup murah sehingga bisa dibilang cukup cerah prospeknya. Namun, pada prakteknya tidak banyak yang tahu dan cukup jeli untuk melihat peluang usaha budidaya dalam bisnis ternak ikan lele.
Di sisi lain banyak juga pihak yang beranggapan bahwa bisnis budidaya lele termasuk kategori sulit dikarenakan sulit mengadaptasikan bibit lele dengan lingkungan dan cuaca sehingga bibit yang ditebar banyak yang mati. Sudah saatnya kita melupakan ketakutan akan hal tersebut, karena untuk melakukan sebuah bisnis ternak kita harus berani ambil resiko dan terus berinovasi bagaimana bibit lele yang ditebar bisa tetap bertahan dan jumlahnya juga tetap. Sebelum memulai pertama persiapkan niat dan selalu berpikir positif bahwa usaha ternak lele ini selain sebagai bisnis juga sebagai hobi sehingga kita bisa selalu melakukan segala halnya dengan senang tanpa perlu susah. Baiklah tanpa berlama-lama, akan kami berikan panduan lengkap usaha ternak lelestep-by-step dari mana memulai hingga pemanennya, agar sobat ternak dapat mengikuti secara berurutan tanpa perlu kebingungan dalam praktek bisnis lelenya.

Panduan Usaha Budidaya Ternak Lele Pemula - Usahaternak
Bisnis ikan lele tidak pernah kehabisan peminat

Persiapan Kolam Budidaya Lele

Tahapan paling awal sebelum memulai bisnis usaha budidaya lele, sejenak sobat harus memikirkan masalah tempat untuk budidaya dan ternak lele. Paling tidak yang harus sobat sediakan adalah lahan/tanah kosong yang nantinya akan dibangun kolam lele. Sebetulnya di dalam ternak budidaya ikan lele ada berbagai macam jenis kolam yang bisa diaplikasikan antara lain cara ternak lele dengan kolam tanah, ternak lele kolam semen, ternak lele kolam terpal, keramba, dan sebagainya. Setiap tipe kolam pasti memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing, namun dengan melihat kondisi lingkungan, dana, dan lahan kita bisa menentukan alternatif kolam yang paling cocok untuk bisnis ikan lele.
Jika memiliki lahan yang cukup luas alangkah baiknya jika menggunakan tipe budidaya dengan kolam tanah, karena selain lebih banyak diterapkan oleh para pembudidaya ikan lele pada umumnya, kolam tanah juga lebih baik dalam membentuk ekosistem kolam yang mature dan penuh nutrisi organik yang diperlukan ikan lele untuk perkembangannya. Karena idealnya media kolam untuk ternak ikan lele paling tidak harus memiliki konstruksi yang sesuai, mempunyai sumber daya dan kualitas air yang baik, dan mempunyai siklus ekosistem yang baik. Untuk ukuran kolam tanah dan kapasitas ideal agar usaha budidaya lele bisa maksimal antara lain:

- Kolam dianjurkan memiliki kedalaman sekitar 1-1.5 meter agar cahaya matahari dapat menembus sampai ke dasar kolam untuk perkembangan bakteri di dasar kolam.
- Untuk ukuran kolam bisa dibuat 2x4 meter, 3x4 meter, atau 3x5 meter tergantung ketersediaan lahan dengan mempertimbangkan jumlah bibitan lele yang akan ditebar.
- Idealnya tingkat kepadatan bibit untuk kemudahan perawatan bibit lele per meter persegi (m2) nya adalah 200-400 ekor, jadi pertimbangkan lebih dahulu jumlah total bibit yang akan disebar. 

Dengan mengikuti aturan di atas, mesalah kematian ikan lele kemungkinan besar bisa diminimalisisr bahkan bisa di nol kan. Dalam pembuatan kolam ikan lele (khususnya kolam tanah) ada beberapa tahapan yang harus diperhatikan agar konstruksi dan kualitas kolam baik, langkah-langkah yang harus disiapkan adalah:

Pengeringan dan Pengolahan Tanah Kolam
Tahapan pertama sebelum menggunakan kolam untuk ternak lele pemula, setelah kolam tanah dibuat yang harus dilakukan adalah melakukan pengeringan dengan sinar matahari langsung sampai benar-benar kering. Tujuan dari pengeringan ini adalah untuk mematikan mikroorganisme patogen negatif yang menjadi sumber penyakit. Biasanya memakan waktu satu minggu atau kurang dari itu dengan pencahayaan matahari yang terik, untuk mengetahui kering atau tidak bisa dilihat dari tekstur tanah yang mulai terlihat retak-retak. Setelah itu baru dilakukan pembajakan atau pencangkulan permukaan tanah dalam kolam agar tanah menjadi gembur, seperti halnya ketika membajak tanah di sawah sebelum dilakukan penanaman. Namun sebaliknya, pada dinding kolam perlu ditekan-tekan agar menjadi keras dan padat lalu keringkan, ini tujuannya agar dinding kolam tidak ambrol/longsor saat pengisian air.


Panduan Usaha Budidaya Ternak Lele Pemula - usahaternak
Kolam tanah, jenis metode budidaya lele yang umum digunakan

- Pemupukan dan Pengapuran Kolam

Setelah melalui tahap pengeringan kolam dan tanah sudah benar-benar kering, saatnya pemberian kapur. Jenis kapur yang umum dgunakan adalah tohor atau kapur dolomit. Pengapuran dilakukan melalui penebaran secara merata ke seluruh permukaan dasar kolam lalu cangkul-cangkul lagi agar tercampur dan meresap ke dalam tanah. Untuk dosis pemberian kapur sangat tergantung pada luas kolam lele, pada umumnya menggunakan takaran 250-500 gram per meter perseginya. Pengapuran ini berfungsi untuk menyeimbangkan kadar keasaman kolam dan untuk membasmi mikroorganisme merugikan yang nantinya bisa menimbulkan hama dan penyakit pada ikan lele peliharaan. Jadi jika tanah terlalu asam bisa dilakukan dosis yang lebih banyak pada kapur yang ditebar.

Setelah pengapuran, selanjutnya adalah tahap pemupukan bagian dasar kolam yang bertujuan penyedia nutrisi bagi mikroorganisme/bakteri, plankton, dan cacing. Cacing selain sebagai penyubur juga sebagai pakan alternatif alami bagi lele, begitu juga bakteri yang berguna untuk menguraikan endapan sisa pakan dan sisa kotoran lele agar tidak menjadi racun/amoniak. Sementara fitoplankton juga berperan sebagai makanan alami lele. Untuk pemupukan bisa menggunakan pupuk organik bisa berupa pupuk kandang maupun kompos yang dicampur dengan pupuk anorganik seperti urea dan TSP. Untuk dosis pemupukan, per meter perseginya memerlukan 250-500 gram pupuk organik dan 30gram gram pupuk anorganik (15 gram urea, 15 gram TSP).   

- Pengaturan Sumber Daya Air Kolam
Setelah semua tahap pengeringan hingga pemupukan selesai, saatnya melakukan pengisian air ke dalam kolam. Pada kolam usaha ternak lele ketinggian permukaan air dari dasar kolam idealnya di kisaran 100-150cm. Proses pengisiannya pun tidak bisa langsung dipenuhi di ketinggian 150cm, tetapi diisi sepertiganya dulu sekitar 50cm, atau lebih sedikit lagi 30cm, yang penting perkirakan dasar kolam masih terkena paparan sinar matahari langsung. Umumnya penentuan ketinggian juga melihat pada tingkat kekeruhan air kolam, jika air bening tentunya di ketinggian 50cm pun tidak masalah. Tujuan pengisian air sepertiga ini ditujukan agar biota di dasar kolam dapat berkembang biak dan berfotosintesis, utamanya adalah fitoplankton yang memanfaatkan pupuk pada dasar kolam untuk tumbuh dan berkembang biak. Fitoplankton merupakan pakan alami bagi bibit ikan lele terutama untuk ukuran burayak lele karena ukuran burayak masih belum bisa memakan makanan instan yang halus sekalipun. Biarkan kolam selama satu minggu atau sampai airnya berwarna hijau (green water) dimana hal tersebut menunjukkan bahwa fitoplankton sudah berkembang biak dengan baik, dan menjadi persediaan pakan alami bibit lele sampai dapat memakan pelet ukuran mikro. Setelah air kolam sudah berwarna hijau (semakin pekat semakin baik), bibit lele siap ditebarkan ke setiap sudut kolam sambil menambahkan air secara perlahan samapai ketinggian sekitar 100cm.

Pemilihan dan Penebaran Benih Lele

Sebelum memilih dan melakukan penebaran benih alangkah baiknya kita mengetahui karakter ikan lele, mungkin beberapa sahabat ternak belum banyak yang mengetahui karakter dari ikan lele peliharannya. 

1. Ikan Lele dapat/lebih cocok hidup dengan suhu lingkungan antara 20 derajat C - 28 derajat C.
2. Air kolam ikan lele sebaiknya bukan air dari hasil limbah industri pabrik (yang bersifat kimia/anorganik).
3. Ikan lele menyukai perairan yang tenang meskipun keruh dan sedikit kandungan oksigennya. Namun bila air mulai bau dan jenuh lalu terlihat lele mengambang sebaiknya air segera diganti paling tidak 50%.
4. Permukaan kolam sebaiknya tidak tertutup, tetapi bisa juga dilakukan penutupan yang tujuannya untuk menjaga kestabilan suhu kolam dengan syarat sirkulasi udara dan cahaya matahari masih bisa masuk. 

Panduan Usaha Budidaya Ternak Lele Pemula - usahaternak
Bibit lele yang baik akan menentukan keberhasilan budidaya lele

Pada tahap pemilihan bibit usahakan memilih bibit yang berkualitas, karena nantinya ini cukup berpengaruh pada keberhasilan bisnis lele kita. Logikanya para peternak lele jaman sekarang sudah pintar memilih jenis lele yang berkualitas, mereka juga paham selera konsumen mereka yang hanya mengambil ikan lele yang hanya kualitas bagus. Dan lagi lele kualitas bagus dikenal memiliki daya tahan dan kondisi fisik yang lebih baik dari lele non kualitas. Jangan lupa untuk membeli bibit lele berkualitas dari penjual langganan sobat yang sudah terkenal kualitasnya dan sudah menjadi langganan pastinya. Mengenai bibitan ikan lele yang direkomendasikan, sobat bisa memilih jenis ikan lele sangkuriang yang merupakan perkembangan dari lele jumbo. Budidaya ikan lele jenis sangkuriang lebih menguntungkan karena lebih cepat besar dan ukuran tubuh yang lebih berisi dari lele jumbo sehingga dapat dijual dengan harga yang lebih bersaing.
Pastikan benih lele yang sudah kita beli dan siap ditebar benar-benar sehat, gerakannya lincah gesit normal, tidak ada luka atau cacat pada tubuhnya, dan tidak ada penyakit atau jamur. Untuk kelas bisnis dan budidaya hindari membeli benih yang terlalu kecil karena selain kualitasnya sulit diidentifikasi, daya tahan bibit lele yang terlalu kecil masih angin-anginan. Standardnya ambil bibitan lele dengan ukuran 5-7cm, dalam waktu 3 bulan dengan perawatan yang normal akan didapatkan ikan lele ukuran konsumsi. 
Penebaran dilakukan secara bertahap, ketika wadah pembungkus datang usahakan langsung rendam di kolam minimal 1 jam agar bibit lele menyesuaikan suhu air di kolam sehingga nantinya ketika ditebar tidak kaget. Jika sudah siap, bibitan lele siap ditebar dengan takaran 200-400 ekor untuk per meter perseginya dengan kondisi kedalaman kolam 1-1,5 meter.

Pemilihan Pakan Budidaya Lele

Dalam menentukan pakan budidaya lele kita harus jeli memilih jenis pakan dari berbagai merk di pasaran yang memiliki kualitas. Pakan yang baik memiliki rasio jumlah pakan lebih kecil berbanding dengan rasio pertumbuhan daging. Semakin kecil rasio jumlah pakan (di bawah 1 cm) maka dapat dipastikan kualitas pakan semakin baik. Selain pakan utama, dalam usaha lele juga diperlukan pakan tambahan. Biasanya pakan tambahan berfungsi sebagai alternatif jika harga pakan utama dirasa terlalu mahal, sehingga porsi pakan utama dikurangi dan digantikan dengan tambahan pakan alternatif yang lebih murah.

Panduan Usaha Budidaya Ternak Lele Pemula - usahaternak
Pelet ikan, nutrisi komplit dalam bentuk yang praktis

Pemberian pakan utama lebih baik diberikan pada sore atau malam hari ketika ikan lele sedang aktif. Porsi, frekuensi, dan aturan pemberian pakan lele adalah 4-5 kali sehari, perkirakan bahwa setiap harinya ikan lele memerlukan pakan 3-6% dari berat bobot tubuhnya. Berikan secukupnya, bila lele mulai malas memakan pakan utama hentikan pemberian pakan. Pakan utama umumnya berupa pelet ikan yang mengandung protein hewani (30%), lemak (15%), karbohidrat (20%), dan vitamin. Kita juga harus pintar memilih di pasaran, pakan mana yang memenuhi seluruh standard kebutuhan nutrisi ikan lele. Sementara itu untuk pakan bibitan lele yang cukup kecil bisa diberikan pakan alami berupa fitoplankton (green water), kutu air, cacing kecil, dan jentik-jentik.
Di samping memberikan pakan utama, pemberian pakan pendamping juga diperlukan untuk menghemat biaya pengeluaran pakan. Umumnya pakan tambahan dapat berupa keong mas atau bangkai ayam. Sebelum diberikan pada ikan lele, terlebih dahulu cincang-cincang dagingnya sampai halus lalu berikan pada ikan lele. Jika dilihat dari kandungan nutrisinya, paka tambahan tersebut tidak kalah nutrisinya dari pakan utama. Sehingga jika memberikan pakan tambahan pada ikan lele, maka porsi pakan utama harus dikurangi. Dalam pemberian pakan lele jangan sampai telat dan kurang, karena bisa memicu kanibalisme ikan lele besar yang bisa mengancam ikan lele yang lebih kecil.

Sekian panduan lengkap budidaya dan bisnis ikan lele dari tim usahaternak, semoga bermanfaat dalam membantu mensukseskan bisnis ternak dan budidaya ikan lele anda. Bila ada yang masih kurang jelas bisa langsung ditanyakan. Jangan lupa juga berdoa agar bisnis anda semakin sukses dan berkembang. Salam ternak!

1000 Cara Lengkap Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal

1000 Cara Lengkap Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal

Cara Lengkap Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal - Sangat menarik bagi petani karena pasar terus. berkembang Pemerintah juga secara agresif memberikan dukungan melalui penelitian dan kampanye unggul benih lele.

Sehingga berbagai pusat muncul dari budidaya ikan lele di sejumlah daerah. Untuk mendapatkan manfaat maksimal, budidaya ikan lele tidak bisa dilakukan hanya kegiatan subsisten saja. Lele dapat hidup dalam kepadatan tebar tinggi dan rasio terhadap pertumbuhan yang baik. Dan ternyata lele juga mempunyai segudangmanfaat ikan lele untuk kesehatan tubuh kita.

Cara Lengkap Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal
Cara Lengkap Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal
Oleh karena itu, budidaya ikan lele akan mendapat manfaat lebih jika dilakukan secara intensif.

Memilih bisnis ternyata tidak menjadi modal sesuatu yang besar. Banyak peluang binis besar, Anda bisa mendapatkannya dari sesuatu yang tampak sepele contoh budidaya ikan lele. Ikan berkumis masih dipandang sebelah mata oleh pebisnis.

Bahkan, ketentuan yang dijanjikan cukup besar. Gerai supermarket besar tenda di kios-kios pinggir jalan membutuhkan pasokan lele dalam jumlah besar secara teratur.

Lele adalah salah satu macam ikan tawar yang sudah dibudidayakan secara menyeluruh dan komersial oleh masyarakat Indonesia, khususnya di pulau Jawa:
  1. Bisa dilakukan di bidang budidaya sumber daya air yang terbatas meskipun jumlah tebar benih tinggi,
  2. Mudah dikendalikan oleh masyarakat,
  3. Pemasaran ini mudah, dan Venture modal yang dibutuhkan relatif rendah (tergantung pada ukuran dari biaya pakan),
  4. Selain itu, lele memiliki kandungan gizi tertinggi dibandingkan dengan jenis ikan perairan darat lainnya.

Kelebihan Cara Budidaya Ikan Lele Menggunakan Kolam Terpal

Pembuatan kolam terpal dapat dilakukan di pekarangan ataupun di halaman rumah. lahan yang digunakan berupa lahan yang belum dimanfaatkan atau lahan yang telah dimanfaatkan, tetapi Lebih Produktif. keuntungan dari kolam terpal adalah terhindar dari hewan pemangsa ikan, hewan piaraan, ikan terlihat lebih cerah, dan ular sawah.

Dilengkapi pengatur volume air yang bermanfaat untuk pemanenan dan dapat mempermudah penyesuaian ketinggian air sesuai usia ikan. dapat dijadikan peluang usaha skala kecil dan besar, Lele yang dihasilkan lebih berkualitas, lele terlihat tampak bersih, dan seragam. Lahan yang digunakan regular tidak berubah karena bukan kolam galian.
  • Menghindari dimangsa hama seperti ikan dan ular bidang liar.
  • Dilengkapi dengan volume air yang berguna untuk memfasilitasi perubahan air dan tanaman dan untuk memfasilitasi penyesuaian ketinggian air sesuai dengan usia ikan. 
  • Dapat digunakan sebagai peluang usaha kecil dan besar, 
  • Menghasilkan kualitas lele yang lebih tinggi, terlihat lele tampak bersih, dan seragam.
  • Penggunaan lahan tidak berubah karena tidak penggalian kolam renang atau kolam semen.

Cara Awal Pengisian Air dan Bibit

1. Konstruksi kolam
Tahap utama dalam budidaya ikan lele adalah wadah budidaya baik kolam tanah maupun kolam terpal dan kali ini adalah cara budidaya ikan lele di kolam terpal. Bagian dalam kolam terpal dicuci dengan sabun untuk menghilangkan bau lem atau bahan kimia yang dapat membunuh benih ikan. Setelah itu, bagian dalam terpal dibilas bersih dan dikeringkan selama satu hari, kolam diisi dengan air hingga 20 cm.

Setelah kolam sudah terisi air diamkan selama kurang lebih satu minggu untuk proses pembentukan lumut dan untuk pertumbuhan fito plankton.

Kemudian tambahkan air lagi hingga mencapai 80 cm setelah ikan berangsung dewasa. Air yang telah ditinggalkan selama seminggu penuh dan diberikan daun-daun seperti daun singkong, atau pepaya. Tujuannya agar air berwarna hijau. air hijau untuk mencegah bau yang disebabkan karena penguapan air kolam dan harus dilakukan 25% penambahan dan penggantian air. 

2. Pemilihan Benih Unggul

Benih unggul dapat kita lihat dengan cara memperhatikan Ciri-ciri Sebagai Berikut :
  • Benih Terlihat aktif Melakukan oksigenasi;
  • Gesit, Agresif Dan cerah;
  • Ukuran Terlihat Sama Rata;
  • Warna Sedikit Lebih Terang;
3. Penebaran Benih
Siapkan benih 1000 lele dumbo/sangkuriang ukuran 1,5-2 inci". Untuk ukuran kolam 2m x 1m x 1m. jika budidaya yang di lakukan dalam kuota yang besar maka penebaran benih kita akumulasikan dengan perbandingan sesuai ketentuan diatas. Bibit yang baru dibeli jangan segera dimasukkan ke dalam wadah atau kolam untuk budidaya, tapi harus melalui tahap peredaman yang dapat menyesuaikan benih ikan dengan air di kolam habitat untuk ikan di budidaya. Baca Juga Manfaat ikan tuna

Langkah-langkah sebagai berikut :
  • Siapkan Bak / Ember;
  • Masukan air kolam yang akan di jadikan budidaya ikan kedalam ember/bak;
  • Masukan Benih Lele yang akan Di tebar;
  • Diamkan Selama Kurang lebih selama 30 Menit (tujuan agar benih ikan melakukan penyesuain dengan air kolam bakal budidaya) dan untuk menghilang stres ikan setelah di pindahkan dari habitat penangkaran dan akan masuk kehabitat baru.;
  • Setelah 30 menit benih dapat di tebar ke dalam kolam baik kolam tanah maupun kolam terpal.
Penebaran benih baik lakukan pada pagi atau malam hari karena di waktu pagi atau malam hari kondisi air relatip stabil.

Setelah lele berumur lebih dari 20 hari, lele perlu disortir dengan menggunakan bak penyortir berukuran 9 -12 cm. 

Alasannya dilakukan sortir karena, ikan lele yang lebih kecil akan sulit untuk mendapatkan makanan karena kalah cepat dengan yang lebih besar dan dapat memperlambat laju pertumbuhan ikan sebagian. Oleh karena itu, sejak awal kita harus menyiapkan dua kolam ukuran yang sama dengan tujuan untuk memisahkan ikan yang sudah di lakukan sortir.

Apabila tidak mempunyai lokasi yang cukup luas kita dapat menyiapkan kolam untuk ikan hasil sortir lebih kecil dari kolam budidaya. karena hanya ikan yang kecil saja yang di pindahkan ke kolam hasil sortir (kolam kecil untuk ikan yang kecil) dan kolam yang besar kita gunakan untuk ikan yang besar.
4. Pengaturan Kualitas air 

Air kolam akan berkurang karena proses penguapan maka perlu tambahkan air sampai tingkat air kembali ke posisi normal. Pada tingkat air 20 cm (bulan pertama), 40 cm (bulan kedua), dan 80 cm (bulan ketiga). 

Warna air yang terbaik bagi ikan lele berwarna hijau menunjukkan bahwa kualitas air yang baik untuk ikan lele. Lele tidak suka air jernih.

Dan air akan berubah merah ketikan ikan sudah dewasa untuk siap panen.

5. Kedalaman air 

Kolam jangan terlalu dangkal karena penguapan akan membuat ikan menjadi terlalu panas. Tentunya ini akan membuat ikan menjadi kelelahan dan mati. Solusinya adalah dengan menambahkan air telah surut kembali ke posisi yang telah ditentukan. 

Selain itu perlu untuk menambahkan tanaman air seperti kangkung, daun talas / talas, dan eceng gondok. Fungsi sebagai tanaman peneduh, selain itu juga dapat menyerap racun yang terkandung dalam air kolam. tingkat air kolam 20 cm (bulan pertama), 40 cm (bulan kedua), dan 80 cm (bulan ketiga). 

6. Tingkat Kejernihan Air 

Pada dasarnya lele tidak suka air jernih. Hal ini dapat dilihat dari sifat dan bentuk tubuhnya. pakan alam lele di malam hari menyebabkan lele tidak perlu penglihatan yang baik. Hal ini juga didukung dari bentuk tubuh memiliki kumis di sekitar mulut. Fungsi ini berguna untuk meraba makanan. 

Selain itu, sistem pernapasan ikan lele menggunakan labirin, yang berarti bernapas lele tidak bergantung pada oksigen terlarut dalam air. Dengan demikian, kondisi oksigen minimal lele dapat bertahan hidup air berlumpur tersebut. 

Meskipun ikan lele tidak suka air jernih, kita tidak bisa memasukan sembarangan air ke dalam kolam. 

Bisa jadi kita memasukan air yang mengandung bakteri dan parasit yang dapat menyebabkan penyakit. sebagai penangkalnya yaitu dengan memberikan daun seperti yang disebutkan di atas sehingga air berwarna hijau.

7. Pakan

Pakan dilakukan tiga kali sehari yaitu pukul 07:00 pagi, 17:00 dan 22:00. Makanan tidak selalu harus 3 kali sehari, bisa jadi 4 kali, tergantung pada kebutuhan ikan akan makan. 

Dalam proses pakan budidaya ikan diberikan dengan menggunakan jenis sentrat ikan 781-1 karena di dalamnya mengandung nutrisi yang di butuhkan ikan protein minimal 35%, lemak 10-16%, karbohidrat 15-25%, vitamin dan mineral. .

Pemberian pakan tidak boleh terlalu berlebihan karena akan menimbulkan berbagai macam jenis penyakit akibat pakan yang mengendap yang tidak termakan oleh ikan. akan menyebabkan amonia beracun. 

Tips : Pakan Alami Juga Bisa Di Berikan Seprti Kroto Semut Rangrang pakan ini akan lebih efektif dan efisien jika kita tau dan disini cara budidaya kroto untuk pakan ikanyang baik dan benar itu akan sangat menguntungkan bagi budidaya ikan lele.
8. Pengendalian Hama dan Penyakit 

Hama dan penyakit tidak bisa dianggap remeh karena sangat mempengaruhi baik volume produksi. maupun tingkat keberhasilan dalam budidaya ikan. Hama biasanya binatang yang berang-berang, burung pemakan ikan, kucing, dll Adapun penyakit seperti virus dan bakteri. 

Pencegahan adalah dengan menggunakan semacam penghalang sehingga tidak ada hewan liar yang masuk ke kolam dan makan benih lele. Untuk penyakit dapat diberikan obat-obatan yang banyak tersedia di toko perikanan, tergantung pada jenis penyakit yang menjangkit ikan lele. 

9. Panen 

Setelah Kurang lebih selama 90 hari, ikan akan dipanen. Pemanenan dilakukan dengan menyortir dengan memilih ikan yang layak untuk dikonsumsi (dijual) ukuran biasanya 4 sampai 7 ekor per kg atau sesuai dengan keinginan pembeli, maka ukuran yang lebih kecil dipelihara kembali.

Cara Budidaya Semut Jepang

Cara Budidaya Semut Jepang




Dan sekarang masuk point dimana cara budidaya , ternak atau perawatan semut jepang yang sangat simple atau mudah sekali sehingga bisa dilakukan dengan hal - hal lain.

Awalnya kita harus menyiapkan beberapa hal yang harus dipenuhi sebelum melakukan proses ternak, tetapi setiap pembelian Penulis selalu memberi paket siap ternak jadi Pembeli tidak harus buru - buru membeli bahan - bahan yang diperlukan ketika telah memiliki bibit Semut Jepang, oke lebih lengkapnya dibawah ini :
1.    Bibit indukkan Semut Jepang. (bisa diperoleh pada Penulis).
2.    Toples Plastik atau kaca dengan lubang udara (untuk udara bagi semut agar tidak kedap udara).
3.    Kapas Sterill (Bentuknya Bulat biasanya, dan bukan Kapas Kosmetik yang kotak).
4.    Ragi Tape yang biasanya untuk Fermentasi Tape sebagai pakan Semut Jepang.
Harga dari Bahan
Untuk harga Indukan Semut Jepang per-ekor 1000 rupiah (bisa diperoleh pada Penulis).
Untuk harga Ragi Tape per-bungkus 7500 rupiah (bisa diperoleh pada Penulis).
Untuk harga Kapas Sterill per-bungkus 12.500 rupiah (bisa diperoleh pada Penulis).

Sekarang kita masuk pada langkah - langkah yang dilakukan dalam berternak Semut Jepang tentunya setelah kita memiliki bahan - bahan yang harus dipersiapkan sebelumnya :
1. Anda harus menyiapkan bibit semut jepang, setidaknya 30 ekor (lebih banyak tentunya lebih bagus, karena perkembangbiakannya akan lebih cepat/lebih banyak)

2. Anda harus menyediakan tempat (toples atau baskom) yang tertutup tapi diberi lubang kecil untuk udara atau anda dapat gunakan Kassa Steril sebagai penutup toples/ wadah sehingga terhindar dari debu.

3. Sediakan ragi tape (ragi yang biasa digunakan untuk pembuatan/fermentasi tape, dapat anda cari ditoko kue atau pasar)

4. Sediakan tempat yang memiliki suhu sedang kurang lebih 30 derajat, Jauhkan dari sinar Matahari dianjurkan tempat yang ada sirkulasi udara dan lembab tetapi juga jauh dari jangkauan semut merah.

5. Sediakan kapas seperlunya sesuai tempat/toples/baskom yang digunakan (kapas tempat untuk semut berkembang biak).

6. Point 1, 3 dan 5 masukkan semua ke dalam toples/baskom yang disediakan.

Selain itu ada juga beberapa hal yang harus diperhatikan dalam berternak Semut Jepang.


1. Tempat untuk menampung semut tidak boleh basah atau terkena air. Dan tidak dapat dijangkau oleh gerombolan Semut Merah bisa sekelilingnya diberi kapur pengusir Semut/serangga pemangsa lain.
2. Kapas yg digunakan adalah kapas steril / kapas bayi yg tidak mengandung unsur dari bahan kimia. 
3. Cara pemberian makan semut adalah selama 3 hari cukup diberi 1 butir ragi tape (tergantung banyaknya kapasitas semut , misal: semut kurang dari 200 ekor dalam satu toples).
1 Butir untuk konsumsi 50-200 ekor semut selama 3 hari.
4. Semut yg berada didalam toples/baskom jangan sampai terkena cahaya matahari karena semut tersebut sensitif apabila terkena suhu panas dari cahaya matahari, dia akan menjadi agresif dengan mencari jalan keluar dari wadah dan mati bila dibiarkan terlalu lama.


Untuk Prospek Bisnis Semut Jepang ini masih sangat menjanjikan bahkan Penulis sampai menyebarkan Program Reseller dan Dropshipper untuk meningkatkan daya beli konsumen.

Dan disini akan Penulis jelaskan dua model Prospek Bisnis kerja sama yang Penulis tawarkan.

1. Reseller (Penjualan kembali)

Pada program ini penulis memperkenankan untuk user/ pembaca untuk menjual kembali tentunya dengan harga khusus dan harga jual yang lebih mahal daripada yang Penulis jual. User/pembaca disini diperkenankan untuk menjual kembali ke teman - teman , saudara , tetangga , atau siapapun itu yang membutuhkan Semut Jepang ini. Tetapi Semut Jepang ini akan dikirim atas nama Penulis kepada anda atau anda datang kerumah Penulis untuk mengambil stok Semut Jepang ayang akan anda jual.

Keuntungan : Barang lebih murah dan dapat di chek langsung. Bisa mencakup area penjualan lebih luas.
Kerugian : Waktu yang tidak efisien karena harus menemui Penjual.

2. Dropshipper (Penjualan atas nama penjual pihak kedua kepada pihak ketiga yang bertindak sebagai pembeli)

Pada program ini penulis memperkenankan untuk user/ pembaca untuk menjual kembali tentunya dengan harga custom dari anda, terserah anda mau pasang harga berapa karena itu terserah anda tetapi tetap harus lebih mahal dari Penulis untuk meraup keuntungan. Disini berbeda dengan Reseller karena pengiriman semua ditanggung oleh Penulis dan dikirim ke Customer atas nama anda, yang dilakukan oleh anda hanya memasarkan ulang dengan harga anda dan kemudian mengkabari saya untuk pengiriman ke Customer sesuai harga dan ongkir yang ditentukan oleh Penulis.

Keuntungan : Lebih cepat dalam prosesnya dan efisien karena hanya memasarkan ulang saja.
Kerugian : Penjualan hanya dapat dilakukan ke area yang tidak satu tempat dengan Penjual dan tidak dapat dilakukan bila pembeli ingin transaksi melalui COD.