Hewan Kambing

Kambing merupakan jenis ternak yang sudah lama dibudidayakan.

Hewan Kuda

Kuda adalah olahraga yang di sunahkan Rasullullah

This is default featured istana mulai title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 29 Oktober 2015

Cara Memelihara Sapi Agar Sehat dan Gemuk


Cara Memelihara Sapi Agar Sehat dan Gemuk - waktu saya masih sering dirumah dulu ayah saya memelihara sapi jantan, yang di pelihara sendiri. sapi jantan yang di kasih pakan rumput rumputan yang di cari di pekebunan sekitar rumah atau ladang, dan terkadang sapi ini di kasih jamu atau katul untuk membantu pertumbuhan perkembangannya dan bertambah gemuk dan sehat. sapi ini di pelihara dari kecil sampai umur yang lumayan besar. kalau sapi jantan ini sudah besar ayah saya mengajari sapi jantan ini untuk menarik gerobak. di bawah ini saya akan menyajikan bagaimana cara penggemukan sapi dan bagaimana caranya agar sapi tetap sehat. referensi yang saya ambil dari artikel teman teman blogger.


Cara Memelihara Sapi Agar Sehat dan Gemuk

Ini adalah artikel yang saya ambil dari blognya pangan kita. yang mudah mudahan membantu bagi anda yang sedang membutuhkannya. selamat membaca dan kalau ada pertanyaan mungkin langsung saja akses di pangan-kita.blogspot.com. 

Masyarakat petani pemula di Skw, lebih cenderung pilih jenis sapi Bali. Karena jenis sapi ini tak cerewet. Rumput apa pun akan dilahapnya.. Juga sapi Bali ini cukup familiar di kalangan peternak Skw. Dalam pemeliharaan sapi, pakan (rumput) 10 % dari berat badan sapi harus tersedia bagi kecukupan satu hari.

Di beberapa tempat, di kota Singkawang, mudah dijumpai ampas tahu. Peternak dapat membuatnya sebagai pakan konsentrat. Hanya saja bau ‘langu’, yg keluar dari ampas kedelai itu tak mengundang selera, jadi harus dicampur dengan bahan lain. Dan pemberiannya pun pada tahap awal secara bertahap. Mungkin hari pertama sedikit dulu, hari kedua ditambah dan begitulah seterusnya. Sampai sapi itu terbiasa, terpaksa dan akhirnya harus
berselera.

Aplikasi untuk berat sapi hidup 100 Kg.
Bahan: Ampas kedelai (tahu) 3-4 kg, dedak 0,5 kg, sagu 0,5 kg, ampas minyak kelapa (jaiku) 0,25 kg, ditambah 0,25 kg – 0,3,5 kg limbah kecap. Jadi jumlahnya 5 % dari berat badan sapi bali tersebut. Limbah kecap dapat dibeli di pabrik2 pembuatan kecap. Bahan ini sebagai penyedap agar selera makan sapi stabil, bahkan meningkat.
Caranya limbah kecap tersebut diencerkan, lalu diaduk dengan bahan-bahan tadi, sampai homogen, dan jika dikepal tangan tak terlalu berair. Hal ini harus memperhatikan selera sapi juga. Dari hari-kehari akan ditemukan tingkat kemacakan yg disukai sapi.
Makanan tambahan ini diberikan pada sore atau malam hari, mulai jam 18.00 WIB. Karena pada malam hari, hewan memamah-biak ini istirahat, jadi sangat baik pakan yang mengandung banyak karbohidrat ini masuk ke perutnya.
Didalam perut sapi makanan harus melalui beberapa tembolok, sebelum akhirnya keluar melalui anus. Nah, agar makanan tersebut effisiensi, sapi diberi tambahan ke dalam perutnya SOZO-4. Formula ini mengandung bakteri selektif yg berfungsi membantu proses pencernaan. Dgn kata lain lebih effektif menghancurkan makanan dalam perut sapi. Bakteri terpilih tersebut bekerja effisien, sehingga tinja sapi pun yg keluar anus dalam keadaan dingin. Kotoran ini segera bisa digunakan untuk tanaman. Memang sangat istimewa.
Cara pemberian Formula ini adalah: setiap berat badan (hidup) sapi 40 kg, (tentunya dikira-kira), diberi 1 (satu) tetes SOZO-4. Caranya: ambil botol kecil, isi dengan air 50 cc, lalu tambahkan 1 (satu) tetes SOZO-4, kemudian dikocok, lalu diminumkan setiap hari dengan waktu/jam yg sama. Lihat photo cara meminumkannya.
Teknik atau Cara meminumkan ke sapi adalah dengan memegang tali dekat mulutnya, kemudian diminumkan secara paksa hingga larutan itu masuk ke perutnya. Selesai. Biasanya setelah 3 hari aplikasi, anda akan melihat perubahan napsu makan pada sapi yg kita pelihara. Namun pada hari pertama akan ada effek pada sapi anda, yakni terjadi mencret2. Kotorannya cair, tapi itu tak jadi masalah. Hal ini terjadi reaksi bakteri dalam perut sapi.
Dengan pemberian makanan tambahan dan Sozo-4 ini, masa penggemukan yg pernah dicoba dari 40 kg berat sapi Bali, bisa mencapai 138 Kg sapi, selama 6 - 7 bulan pemeliharaan.
Kalau soal kalkulasi silahkan dihitung. Mungkin di tempat Anda bisa dimodifikasi, hal ini tergantung banyaknya limbah apa yang ada, yg jelas segala upaya perbaikan perlu dilakukan oleh setiap peternak.

Rabu, 05 Agustus 2015

Cara Budidaya Kepiting Lunak / Soka

Cara Budidaya Kepiting Lunak / Soka


Cara Pembesaran Kepiting Lunak / Soka
Kepiting bakau (Scylla serrata) mempunyai lima pasang kaki; sepasang kaki yang pertama dimodifikasi menjadi sepasang capit dan tidak digunakan untuk bergerak. Dalam budidaya kepiting bakau, diperlukan ketersediaan lahan bebas polusi, pengelolaan yang baik, serta benih yang unggul.

Untuk lahan pemeliharaan, tambak tradisional yang biasanya digunakan untuk memelihara bandeng atau udang bisa dimanfaatkan. Ada beberapa macam kepiting bakau yang bisa kita ketahui: Scylla oceanica: kepiting jenis ini warnanya agak kehijauan serta memiliki garis coklat di hampir semua bagian tubuhnya, terkecuali di bagian perutnya, Scylla serrata: kepiting jenis ini memiliki ciri khas warna keabu-abuan hingga hijau kemerah-merahan, Scylla transquebarica: jenis yang terakhir ini warnanya kehijauan hingga kehitaman dan terdapat sedikit garis coklat pada bagian kaki renangnya. Dibandingkan dua jenis kepiting lainnya, Scylla serrata memiliki ukuran lebih kecil di usia yang sama. Namun dibandingkan yang lain, jenis ini lebih bersaing dan diminati pembeli.

Parameter Kepiting

SuhuSalinitaspHJumlah TelurUmur Indukan
22-36 C15-33 ppt6-8100-1000> 1 tahun

Video Budidaya Kepiting Soka / Cangkang Lunak Klik Disini <<<<

Sifat Kepiting Bakau (Scylla serrata)
  • Secara umum, kepiting bakau memiliki sifat dan kebiasaan sebagai berikut:
  • Saling menyerang dan kanibalisme. Pada kepiting, kedua sifat ini adalah ciri khas yang paling menonjol, sehingga hal ini pula yang menjadi tantangan dalam usaha pembudidayaan kepiting.
  • Kesukaannya berendam di dalam lumpur serta membuat lubang di pematang atau dinding tambak pemeliharaan.
  • Kepekaan pada tingkat pencemaran atau polutan.
  • Ganti kulit atau molting.    
Siklus Hidup Kepiting Bakau (Scylla serrata)
Siklus hidup Kepiting Bakau sejak telur mengalami fertilisasi dan lepas dari tubuh induk betina akan mengalami berbagai macam tahap, yaitu:
  • Sekali perkawinan bisa 3 kali memijah.
  • Pelepasan telur bisa terjadi setengah jam dan proses penetasan dapat berlangsung selama 3 hari.
  • Proses perkembangan telur hingga penuh berlangsung selama 30 hari.
Ciri-ciri masing-masing siklus Kepiting Bakau (Scylla serrata) :
Larva Zoea
  • Pada tahap Zoea, berlangsung proses pergantian kulit (molting) selama 3-4 hari. Pada stadium ini larva akan sangat peka terhadap perubahan lingkungan terutama kadar garam dan suhu air. 
Fase Megalops
  • Pada fase ini larva masih mengalami proses molting namun relatif lebih lama yaiu sekitar 15 hari. Setiap molting tubuh kepiting akan mengalami pertambahan besar sekitar 1/3 kali ukuran semula.
Kepiting muda
  • Pada fase ini tubuh krpiting masih dapat terus membesar. 
Kepiting dewasa
  • Pada stadium ini selain masih mengalami perbesaran tubuh, karapaks juga bertambah lebar sekitar 5-10 mm. Kepiting dewasa berumur 15 bulan dapat memiliki lebar karapaks sebesar 17 cm dan berat 200 gr.
Beberapa prinsip yang perlu diketahui dan dikerjakan yaitu antara lain:
Biologi Kepiting Bakau
  • Reproduksi dilakukan di perairan laut, telur setelah dibuahi ditempelkan di bagian perut, di balik karapag yang berumbai-umbai, dierami selama 10-12 hari, larva kepiting bakau berkembang dari stadia zoea 1-5 selama 18-20 hari, megalopa selama 5-7 hari dan mencapi stadia crablet yang mengalami moulting pada setiap 4-7 hari hingga menjadi bibit berukuran rata-rata 30-50 g/ekor  (panjang 2-5 cm) yang dicapai selama 50-70 hari.
  • Kualitas air yang dibutuhkan untuk hidup dan dapat tumbuh secara baik yaitu: kadar garam 10-25 ppt, suhu 28-330C, pH 7,5-8,5 dan DO lebih dari 5 ppm.
  • Perilaku kepiting bakau bersifat kanibal, kepiting yang tidak sedang moulting sering dijumpai memakan kepiting yang sedang moulting.
  • Pakan untuk kepiting bakau yaitu dari berbagai jenis binatang seperti ikan rucah, amphibia, reptilia, jeroan dari limbah pemotongan ayam, juga suka diberi pakan udang yang berupa pelet kering, kelas grower. Pakan larva berupa phytoplankton(Chaetoceros sp, dan Tetraselmis sp) dan zooplankton (Brachionus sp dan Artemia sp)
Cara Budidaya Kepiting Bakau
Ada 4 cara dilakukan berdasarkan tujuan produksi yaitu:
  • Pembesaran dari bibit ukuran 30-50 g/ekor menjadi ukuran konsumsi 200-300 g/ekor
  • Penggemukan dari kepiting bakau dari ukuran 100-150 g/ekor menjadi ukuran konsumsi 200-300 g/ekor
  • Produksi kepiting bakau-soka, bercangkang lunak. Masa pemeliharaan biasanya 3-4 minggu.
  • Produksi kepiting bakau-bertelur, kepiting bakau betina ukuran 200 g/ekor  atau lebih yang penuh telur diperoleh dengan cara ablasi mata. Masa pemeliharaan 1 bulan dan 1-2 minggu setelah ablasi mata dilakukan.
Teknik Budidaya Kepiting Bakau
  • Pembesaran dari bibit ukuran 30-50 g/ekor menjadi ukuran konsumsi 200-300 g/ekor. Dilakukan  dengan berbagai macam cara sesuai situasi dan potensi lokasi budidaya kepiting bakau. Prinsip yang harus dilakukan yaitu kepiting bakau tidak boleh lepas, maka perlu kurungan atau sekeliling tanggul tempat pemeliharaan pagar dari bambu yang cukup rapat. Dihindari dari kemungkinan besar terjadi kanibalisme. Disarankan memakai sistem baterei, dengan padat tebar 40 ekor/m2. Jika dilakukan sistem tambak disarankan padat tebar 2 ekor/m2. Lama pemeliharaan 3 bulan.
  • Penggemukan dari kepiting bakau dari ukuran 100-150 g/ekor menjadi ukuran konsumsi 200-300 g/ekor. Disarankan dipelihara dengan sistem baterei, padat tebar40 ekor/m2. Lama pemeliharaan 3-4 minggu.
  • Produksi kepiting bakau-soka, bercangkang lunak. Masa pemeliharaan biasanya 3-4 minggu. Kepiting bakau yang dipelihara berukuran 150-200 g/ekor dan lama pemeliharaan 2-3 minggu. Pergantian kulit ini secara alami dirangsang oleh alam yaitu saat air pasang tertinggi, kemelimpahan pakan. Disarankan memakai sistem baterei, dengan padat tebar 40 ekor/m2. Cara ini dilakukan untuk mencapai kelulus hidupan sampai 100%.
  • Produksi kepiting bakau-bertelur, kepiting bakau betina ukuran 200 g/ekor  atau lebih yang penuh telur diperoleh dengan cara ablasi mata. Masa pemeliharaan 1 bulan dan 1-2 minggu setelah ablasi mata dilakukan. Disarankan memakai sistem baterei, dengan padat tebar 40 ekor/m2. Jenis pakan harus kaya akan protein dengan jumlah yang cukup, dari bebrbagai jenis ikan rucah, cumi-cumi dan kerang.
Pemberian Pakan
  • Kepiting bakau diberi pakan berbagai jenis pakan dari cumi-cumi, kerang, ikan rucah, amphibia, reptilia, jeroan ayam, atau pelet kering, pakan udang untuk kelas grower. Pakan diberikan 2 kali sehari, dosis 2-3 % dari biomas kepiting bakau.
Penanggulangan Penyakit
  • Penyakit kepiting bakau dapat dicegah dengan cara menjaga agar kualitas air tetap pada kondisi baik, hindarkan  lingkungan menjadi kotor dan pemakaian antibiotik yang cenderung mengendap di dasar tambak.
Cara Pemanenan
  • Pada sistem pemeliharaan di tambah dengan pagar bambu, pemanenan dilakukan dengan cara membuang air tambah sampai kedalaman 30 cm lalu kepiting ditangkap dengan alat tongkat bambu yang dibuat seperti ajir. 
  • Cara ini kurang dianjurkan karena sering menyebabkan capitnya lepas dan harga kepiting bakau akan anjlok. 
  • Cara yang dianjurkan yaitu membuang air tambak sampai habis, dan kepiting akan lebih mudah ditangkap dengan seser dari bahan bambu. Mengikat kaki kepinting bakau secara benar, hal ini dapat menghindarkan capit kepiting bakau lepas dan cara ini dilakukan untuk memudahkan mengangkutnya.
Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat
adilfarmer.blogspot.com

Selasa, 21 Juli 2015

Cara Merawat Tanaman

Cara Merawat Tanaman

                                                       EDISI TANAMAN HIAS

Cara Merawat Tanaman. Tanaman merupakan sebutan untuk tumbuhan yang sengaja ditanam manusia. Tanaman tersebut ditanam manusia dengan tujuan tertentu. Tanaman tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Misalnya tumbuhan sebagai bahan makanan, bahan bangunan, bahan obat-obatan, dan untuk keindahan lingkungan. Agar bermanfaat, tanaman harus dirawat dengan baik. Tanaman akan tumbuh subur apabila dirawat dengan baik. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merawat tanaman sebagai berikut.

1. Pengolahan Tanah
Tanah yang padat dan keras tidak baik untuk pertumbuhan tanaman. Tanah perlu diolah agar gembur. Tanah yang gembur menyediakan udara yang cukup untuk pernapasan akar tanaman. Selain itu, air juga cepat meresap pada tanah yang gembur. Dengan demikian, kebutuhan air pada tanaman dapat terpenuhi. Untuk mengolah tanah dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
Pembersihan Lahan
Pembersihan lahan terutama dilakukan terhadap rumput-rumput liar atau gulma yang
dapat mengganggu tanaman. Pembersihan juga dilakukan terhadap tanaman keras lainnya yang dapat menggangu tanaman yang akan kita tanam, terutama yang bisa menghambat sinar matahari.  Rumput dan tanaman gulma lainnya harus dibersihkan dengan cara membabatnya.
Pencangkulan
Lahan yang sudah selesai dibersihkan bisa langsung dibajak atau dicangkul dengan kedalaman sekitar. Pada waktu  dilakukan pencangkulan ini, rumput dan sisa tanaman lunak yang dibiarkan menumpuk sewaktu dilakukan pembersihan lahan bisa dicampur sekaligus dengan tanah sehingga membusuk dan dapat menjadi pupuk. Tujuan pencangkulan ini adalah untuk membalik tanah dan mengubah struktur tanah yang tadinya padat atau keras menjadi gembur atau remah sehingga akar tanaman dapat dengan mudah menembus tanah dan mengambil zat makanan.

2. Pengairan
Tanaman membutuhkan air untuk keperluan hidupnya. Banyaknya air yang dibutuhkan setiap jenis tanaman berbeda-beda. Ada tanaman yang membutuhkan air yang banyak. Ada juga tanaman yang hanya membutuhkan air sedikit saja. Untuk memenuhi kebutuhan air tanaman perlu dilakukan penyiraman. Penyiraman dilakukan sesuai dengan kebutuhan tanaman. Penyiraman tanaman dilakukan untuk beberapa tujuan, tujuan dari penyiraman ini adalah :
a.    Mengganti air yang menguap pada siang hari.
b.    Mengembalikan kekuatan tanaman kepada keadaan tanaman di malam hari.
c.    Penambahan terhadap tanaman yang kekuarangan air.

3. Pemupukan
Pupuk merupakan makanan tambahan bagi tanaman. Ada dua macam pupuk yaitu pupuk alami dan pupuk buatan. Pupuk alami berasal dari kotoran hewan dan bagian-bagian tumbuhan yang membusuk. Pupuk yang berasal dari kotoran hewan dinamakan pupuk kandang. Hewan yang kotorannya sering digunakan untuk pupuk kandang adalah hewan yang bisa dipelihara oleh masyarakat, seperti kotoran kambing, sapi, domba, dan ayam. Selain berbentuk padat, pupuk kandang juga bisa berupa cair yang berasal dari air kencing (urine) hewan.

Cara Merawat Tanaman Hias Agar Tumbuh Subur


                                                          EDISI TANAMAN HIAS

Jika anda sedang menanam sesuatu, maka hal yang paling penting bahkan wajib untuk anda ketahui adalah cara merawat tanaman. Ada banyak tanaman memang yang bisa ditanam dan salah satu tanaman yang banyak ditanam adalah tanaman hias. Tanaman hias ini memiliki fungsi untuk memperindah ruangan atau biasa juga disimpan di depan rumah. Keindahan tanaman bisa mempercantik rumah anda, bahkan bisa memberikan sensasi fresh ketika anda melihatnya. Namun pastinya, seperti disebutkan diatas, anda harus mengetahui dengan baik cara merawat tanaman tersebut agar tumbuh subur dan tidak mati.
cara merawat tanaman

Pilih Tanaman Terbaik

Hal pertama yang harus anda perhatikan adalah masalah tanaman yang akan anda tanam tersebut dan menjadi bagian pertama dalam cara merawat tanaman hias. Seperti kita tahu bahwa ada banyak sekali tanaman termasuk tanaman hias yang bisa kita tanam, namun pastinya jangan asal pilih. Pada umumnya, tanaman hias yang biasa ditanam adalah tanaman bunga tertentu karena ini biasanya menghasilkan bunga yang bisa menambah keindahan pada saat melihatnya.

Pilih Media Tanam

Selanjutnya, media tanam juga menjadi hal yang penting untuk dipperhatikan karena media tanam ini memberikan pengaruh yang kuat terhadap kesuburan tanaman yang anda tanam nanti. Media tanam pada umumnya biasa dilakukan dalam dua media yakni tanah secara langsung dan atau menggunakan pot. Pada umumnya, untuk jenis tanaman hias akan lebih baik jika ditanam menggunakan media tanah di dalam pot.
cara merawat tanaman hias

Perhatikan Pupuk

Pupuk bisa menjadi hal penting juga yang mempengaruhi pada tingkat kesuburan tanaman hias. Sebaiknya penggunaan pupuk dilakukan dengan dua cara yakni dengan menggunakan pupuk dasar dan juga pupuk tambahan. Pupuk dasar sebaiknya menggunakan pupuk organik yang kemudian dicampur dengan tanah. Selanjutnya, untuk pupuk tambahan, anda bisa menggunakan pupuk kimia namun gunakan yang sesuai dan tidak terlalu banyak.

Siram secara Teratur

Tanaman layaknya manusia yang memerlukan air. Jika tanaman kekurangan air, maka akan kering dan layu. Oleh karenanya, sebaiknya anda menyiramnya secara teratur karena jika tidak maka tanaman anda bisa membuat tanaman anda mati. Waktu yang tepat untuk menyiram tanaman adalah pada waktu sore hari dan juga pada pagi hari. Dengan siraman yang baik dan teratur, maka dapat dipastikan tanaman anda akan subur.
merawat tanaman hias

Rawat Secara Detail

Selanjutnya, anda perlu merawatnya secara detail termasuk membersihkan ranting yang kering atau membersihkan tanaman lain yang ada di dekat tanaman hias tersebut. Akan lebih baik dibiarkan tanaman hias anda tumbuh sendiri dan jangan biarkan ada tanaman lain yang menghinggapinya dengan seksama dan ini menjadi bagian penting dari merawat tanaman hias.

Selasa, 14 Juli 2015

Budidaya Bebek Potong

Budidaya Bebek Potong


Budidaya terhadap bebek potong bisa dijadikan pilihan dalam beternak, karena budidaya bebek potong ternyata menawarkan keuntungan yang cukup menggiurkan, keunggulannya adalah bebek tergolong unggas yang tahan dari serangan penyakit. selain itu juga  Bisnis ini ternyata memiliki prospek yang menjanjikan.
Salah satu contoh bisa kita lihat di Desa celepan Kecamatan Kedawung Kabupaten Sragen, dimana sebagian besar warganya memilih untuk melakukan budidaya bebek. Sehingga daerah tersebut dikenal dengan sebutan “Kampung Bebek” penghasilannya pun terhitung lumayan besar, di daerah tersebut rata-rata setiap KK yang beternak bebek mendapat penghasilan hingga Rp. 9 juta perbulannya, dan itupun hanya dari menjual telurnya saja.
Jika kita lihat kondisi sekarang permintaan pasar tidak hanya pada telur bebek, tetapi permintaan terhadap daging bebek juga semakin meningkat, ini bisa kita lihat dengan semakin merebaknya restoran dan rumah makan yang secara khusus menawarkan sajian daging bebek, dengan aneka pilihan menu. Dari melihat potensi yang ada maka bisnis budidaya bebek potong dapat dijadikan pilihan didalam melakukan usaha.
Namun sebelum seseorang memulai melakukan budidaya bebek potong alangkah baiknya jika mempersiapkan diri terlebih dahulu dengan pemahaman tentang perkandangan, bibit unggul, pakan ternak, pengelolaan dan pemasaran hasil. Dan didalam pemeliharaan bebek potong, peternak sebaiknya memelihara bebek jantan. Kenapa? Hal ini dimaksudkan karena bebek jantan memiliki berbagai keunggulan dan keuntungan apabila ditinjau dari segi ekonomi. Dimana harga bibit bebek jantan lebih murah dibanding dengan harga bibit bebek betina, lalu dari segi pemeliharaan pun pertumbuhan bebek jantan lebih baik daripada bebek betina sehingga dalam waktu yang relatif tidak lama antara 2-3 bulan berat badan bebek bisa mencapai tidak kurang dari 1,5 kg. Dan itu adalah berat yang biasa dibutuhkan oleh konsumen. Selain berat juga dikarena pada umur yang muda menghasilkan daging yang lebih empuk, gurih dan nilai gizi yang lebih tinggi.
Bagaimana, setelah membaca artikel ini apakah anda tertarik untuk menjalankan bisnis budidaya bebek potong. Apabila tertarik maka kata kuncinya adalah Memulai, hanya dengan bertekad sukses bukan berharap sukses. kesuksesan itu akan dapat

bududaya belut

bududaya belut

. SEJARAH SINGKAT Belut merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk tubuh bulat memanjang yang hanya memiliki sirip punggung dan tubuhnya licin. Belut suka memakan anak-anak ikan yang masih kecil. Biasanya hidup di sawah-sawah, di rawa-rawa/lumpur dan di kali-kali kecil. Di Indonesia sejak tahun 1979, belut mulai dikenal dan digemari, hingga saat ini belut banyak dibudidayakan dan menjadi salah satu komoditas ekspor. 2. SENTRA PERIKANAN Sentra perikanan belut Internasional terpusat di Taiwan, Jepang, Hongkong, Perancis dan Malaysia. Sedangkan sentra perikanan belut di Indonesia berada di daerah Yogyakarta dan di daerah Jawa Barat. Di daerah lainnya baru merupakan tempat penampungan belut-belut tangkapan dari alam atau sebagai pos penampungan. 3. JENIS Klasifikasi belut adalah sebagai berikut: Kelas : Pisces Subkelas : Teleostei Ordo : Synbranchoidae Famili : Synbranchidae Genus : Synbranchus Species : Synbranchus bengalensis Mc clell (belut rawa); Monopterus albus Zuieuw (belut sawah); Macrotema caligans Cant (belut kali/laut) Jadi jenis belut ada 3 (tiga) macam yaitu belut rawa, belut sawah dan belut kali/laut. Namun demikian jenis belut yang sering dijumpai adalah jenis belut sawah. 4. MANFAAT Manfaat dari budidaya belut adalah: 1) Sebagai penyediaan sumber protein hewani. 2) Sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari. 3) Sebagai obat penambah darah. 5. PERSYARATAN LOKASI 1) Secara klimatologis ikan belut tidak membutuhkan kondisi iklim dan geografis yang spesifik. Ketinggian tempat budidaya ikan belut dapat berada di dataran rendah sampai dataran tinggi. Begitu pula dengan kelembaban dan curah hujan tidak ada batasan yang spesifik. 2) Kualitas air untuk pemeliharaan belut harus bersih, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik. Kondisi tanah dasar kolam tidak beracun. 3) Suhu udara/temperatur optimal untukpertumbuhan belut yaitu berkisar antara 25-31 derajat C. 4) Pada prinsipnya kondisi perairan adalah air yang harus bersih dan kaya akan osigen terutama untuk bibit/benih yang masih kecil yaitu ukuran 1-2 cm. Sedangkan untuk perkembangan selanjutnya belut dewasa tidak memilih kualitas air dan dapat hidup di air yang keruh. 6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA 6.1. Penyiapan Sarana dan Peralatan 1) Perlu diketahui bahwa jenis kolam budidaya ikan belut harus dibedakan antara lain: kolam induk/kolam pemijahan, kolam pendederan (untuk benih belut berukuran 1-2 cm), kolam belut remaja (untuk belut ukuran 3-5 cm) dan kolam pemeliharaan belut konsumsi (terbagi menjadi 2 tahapan yang masing-masing dibutuhkan waktu 2 bulan) yaitu untuk pemeliharaan belut ukuran 5-8 cm sampai menjadi ukuran 15-20 cm dan untuk pemeliharan belut dengan ukuran 15-20 cm sampai menjadi ukuran 30-40 cm. 2) Bangunan jenis-jenis kolam belut secara umum relatif sama hanya dibedakan oleh ukuran, kapasitas dan daya tampung belut itu sendiri. 3) Ukuran kolam induk kapasitasnya 6 ekor/m2. Untuk kolam pendederan (ukuran belut 1-2 cm) daya tampungnya 500 ekor/m2. Untuk kolam belut remaja (ukuran 2-5 cm) daya tampungnya 250 ekor/m2. Dan untuk kolam belut konsumsi tahap pertama (ukuran 5-8 cm) daya tampungnya 100 ekor/m2. Serta kolam belut konsumsi tahap kedua (ukuran 15-20cm) daya tampungnya 50 ekor/m2, hingga panjang belut pemanenan kelak berukuran 3-50 cm. 4) Pembuatan kolam belut dengan bahan bak dinding tembok/disemen dan dasar bak tidak perlu diplester. 5) Peralatan lainnya berupa media dasar kolam, sumber air yang selalu ada, alat penangkapan yang diperlukan, ember plastik dan peralatan-peralatan lainnya. 6) Media dasar kolam terdiri dari bahan-bahan organik seperti pupuk kandang, sekam padi dan jerami padi. Caranya kolam yang masih kosong untuk lapisan pertama diberi sekam padi setebal 10 cm, diatasnya ditimbun dengan pupuk kandang setebal 10 cm, lalu diatasnya lagi ditimbun dengan ikatan-ikatan merang atau jerami kering. Setelah tumpukan-tumpukan bahan organik selesai dibuat (tebal seluruhnya sekitar 30 cm), berulah air dialirkan kedalam kolam secara perlahan-lahan sampai setinggi 50 cm (bahan organik + air). Dengan demikian media dasar kolam sudah selesai, tinggal media tersebut dibiarkan beberapa saat agar sampai menjadi lumpur sawah. Setelah itu belut-belut diluncurkan ke dalam kolam. 6.2. Penyiapan Bibit 1) Menyiapkan Bibit a. Anak belut yang sudah siap dipelihara secara intensif adalah yang berukuran 5-8 cm. Di pelihara selama 4 bulan dalam 2 tahapan dengan masing-masing tahapannya selama 2 bulan. b) Bibit bisa diperoleh dari bak/kolam pembibitan atau bisa juga bibit diperoleh dari sarang-sarang bibit yang ada di alam. c. Pemilihan bibit bisa diperoleh dari kolam peternakan atau pemijahan. Biasanya belut yang dipijahkan adalah belut betina berukuran ± 30 cm dan belut jantan berukuran ± 40 cm. d. Pemijahan dilakukan di kolam pemijahan dengan kapasitas satu ekor pejantan dengan dua ekor betina untuk kolam seluas 1 m2. Waktu pemijahan kira-kira berlangsung 10 hari baru telur-telur ikan belut menetas. Dan setelah menetas umur 5-8 hari dengan ukuran anak belut berkisar 1,5–2,5 cm. Dalam ukuran ini belut segera diambil untuk ditempatkan di kolam pendederan calon benih/calon bibit. Anak belut dengan ukuran sedemikian tersebut diatas segera ditempatkan di kolam pendederan calon bibit selama ± 1 (satu) bulan sampai anak belut tersebut berukuran 5-8 cm. Dengan ukuran ini anak belut sudah bisa diperlihara dalam kolam belut untuk konsumsi selama dua bulan atau empat bulan. 2) Perlakuan dan Perawatan Bibit Dari hasil pemijahan anak belut ditampung di kolam pendederan calon benih selama 1 bulan. Dalam hal ini benih diperlakukan dengan secermat mungkin agar tidak banyak yang hilang. Dengan perairan yang bersih dan lebih baik lagi apabila di air yang mengalir. 6.3. Pemeliharaan Pembesaran 1) Pemupukan Jerami yang sudah lapuk diperlukan untuk membentuk pelumpuran yang subur dan pupuk kandang juga diperlukan sebagai salah satu bahan organik utama. 2) Pemberian Pakan Bila diperlukan bisa diberi makanan tambahan berupa cacing, kecoa, ulat besar(belatung) yang diberikan setiap 10 hari sekali. 3) Pemberian Vaksinasi 4) Pemeliharaan Kolam dan Tambak Yang perlu diperhatikan pada pemeliharaan belut adalah menjaga kolam agar tidak ada gangguan dari luar dan dalam kolam tidak beracun. 7. HAMA DAN PENYAKIT 7.1. Hama 1) Hama pada belut adalah binatang tingkat tinggi yang langsung mengganggu kehidupan belut. 2) Di alam bebas dan di kolam terbuka, hama yang sering menyerang belut antara lain: berang-berang, ular, katak, burung, serangga, musang air dan ikan gabus. 3) Di pekarangan, terutama yang ada di perkotaan, hama yang sering menyerang hanya katak dan kucing. Pemeliharaan belut secara intensif tidak banyak diserang hama. 7.2. Penyakit Penyakit yang umum menyerang adalah penyakit yang disebabkan oleh organisme tingkat rendah seperti virus, bakteri, jamur, dan protozoa yang berukuran kecil. 8. PANEN Pemanenan belut berupa 2 jenis yaitu : 1) Berupa benih/bibit yang dijual untuk diternak/dibudidayakan. 2) Berupa hasil akhir pemeliharaan belut yang siap dijual untuk konsumsi (besarnya/panjangnya sesuai dengan permintaan pasar/konsumen). Cara Penangkapan belut sama seperti menangkap ikan lainnya dengan peralatan antara lain: bubu/posong, jaring/jala bermata lembut, dengan pancing atau kail dan pengeringan air kolam sehingga belut tinggal diambil saja. 9. PASCAPANEN Pada pemeliharaan belut secara komersial dan dalam jumlah yang besar, penanganan pasca panen perlu mendapat perhatian yang serius. Hal ini agar belut dapat diterima oleh konsumen dalam kualitas yang baik, sehingga mempunyai jaringan pemasaran yang luas. 10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA 10.1.Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis budidaya belut selama 3 bulan di daerah Jawa Barat pada tahun 1999 adalah sebagai berikut: 1) Biaya Produksi a. Pembuatan kolam tanah 2 x 3 x 1, 4 HOK @ Rp.7.000,- Rp. 28.000,- b. Bibit 3.000 ekor x @ Rp. 750,- Rp. 225.000,- c. Makanan tambahan (daging kelinci 3 ekor) @ Rp.15.000,-Rp. 45.000,- d. Lain-lain Rp. 30.000,- Jumlah Biaya Produksi Rp. 328.000,- 2) Pendapatan: 3000 ekor = 300 kg x @ Rp. 2.500,- Rp. 750.000 3) Keuntungan Rp. 422.000,- 4) Parameter Kelayakan Usaha 2,28 10.2.Gambaran Peluang Agribisnis Budidaya ikan belut, baik dalam bentuk pembenihan maupun pembesaran mempunyai prospek yang cukup baik. Permintaan konsumen akan keberadaan ikan belut semakin meningkat. Dengan teknik pemeliharaan yang baik, maka akan diperoleh hasil budidaya yang memuaskan dan diminati konsumen.

Minggu, 12 Juli 2015

Inspirasi Peluang Usaha Budidaya Hewan Ternak


Inspirasi Peluang Usaha Budidaya Hewan Ternak


Peternakan adalah salah satu jenis peluang usaha bisnis yang dari dahulu kala hingga sekarang ini masih sangat banyak digemari banyak orang di negeri kita ini. Mulai skala kecil menengah hingga besar masih tumbuh subur di tanah air. Jika kita bisa cerdik memanfaatkan celah pasar maka bukan tidak mungkin kita akan meraup keuntungan yang cukup bagus di dalam bisnis peternakan.

Beberapa waktu yang lalu penulis mengantar seorang teman untuk mengantar berkunjung kerumah salah satu orang yang sedang menjual rumah (teman penulis adalah broker properti), dan ternyata ketika ngobrol disana, pemilik rumah ternyata seorang pengusaha budidaya lobster air tawar usut punya usut dia sudah memanfaatkan peluang usaha tersebut selama hampir 3 tahunan lebih dan lebih dahsyatnya lagi mereka sudah mulai mensuplai kebutuhan lobster di hotel hotel besar yang ada di kota besar di Indonesia. Dimulai dari usaha rumahan hingga sebesar itu ternyata mereka juga sudah memiliki lahan budidaya lobster tersebut di daerah Sidoarjo yang lebih luas lagi karena untuk memenuhi permintaan lobster tersebut yang cukup besar.

Itu sedikit cerita soal pengusaha lobster yang bisa memanfaatkan peluang usaha tersebut. Ternak mereka ya ternak lobster. Nah selain itu penulis juga sudah agak lama ngobrol dengan pengusaha sapi potong yang omsetnya limayan gila-gilaan, besar sekali karena dia bisa mengirimi hampir ratusan sapi dalam setiap bulannya ke kota-kota besar di Indonesia bahkan sampai luar jawa. Pengusaha sapi potong ini memang cerdik dan pintar dalam memanfaatkan peluang usaha yang ada. Dia tidak membudidayakan sendiri dari kecil, namun dia berburu sapi di perkampungan penduduk dan juga pasar hewan ada yang sudah siap jual dan ada yang perlu di pelihara untuk beberapa waktu namun tidak lama karena dia mengandalkan perputaran penjuaalan sapi potong yang cukup cepat.

Dua cerita diatas hanya secuil dari sebagian pengusaha yang tidak terekpos di media masa namun mereka sudah sukses dengan bisnisnya. Pintar memanfaatkan peluang bisnis dan juga selalu berusaha dan kreatif adalah salah satu kunci sukses dari masing-masing pengusaha yang saya sebutkan diatas. Lalu bagaimana dengan anda? apa anda juga ada bakat berbisnis di bidang budidaya hewan atau peternakan bahkan bisa perikanan? Silahkan saja mencari ilmunya, sudah banyak para pelaku usaha yang bisa anda contoh, anda tinggal menambah sedikit banyak nilai tambah (value added ) di bisnis anda tersebut untuk bisa bersaing dengan kompetitor.

Peluang usaha budidaya kambing etawa saya rasa juga masih menjadi primadona bagi sebagian orang karena kambing jenis ini adalah kambing yang tidak biasa serta harga jualnya pun juga stabil dan cenderung bagus. Selain itu ada juga ide berbisnis burung kenari yang profitnya pun bisa lumayan jika anda telaten dan gemar dengan budidaya burung. Ada juga peluang bisnis budidaya ayam kampung, anda bisa memelihara dari kecil atau juga bisa mengambil dari penduduk dan bisa menawarkan ayam tersebut ke rumah makan soto atau rumah makan lainnya yang saya rasa banyak yang membutuhkan ayam kampung mengingat dagingnya cenderung lebih enak dan juga lebih sehat alami.

Sebenarnya masih banyak inspirasi peluang usaha dibidang budidaya hewan yang bisa kita ambil dan manfaatkan. Strategi marketing yang unik dan kreatif juga harus selalu anda gali jika ingin bersaing melawan kompetitor dengan lebih baik. Intinya dalam setiap bisnis usaha, kreatifitas sangat penting dan anda harus selalu mencari cara untuk hal tersebut. Mau mencoba? semoga sukses ya. Terima Kasih.