Hewan Kambing

Kambing merupakan jenis ternak yang sudah lama dibudidayakan.

Hewan Kuda

Kuda adalah olahraga yang di sunahkan Rasullullah

This is default featured istana mulai title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 21 Juli 2015

Cara Merawat Tanaman

Cara Merawat Tanaman

                                                       EDISI TANAMAN HIAS

Cara Merawat Tanaman. Tanaman merupakan sebutan untuk tumbuhan yang sengaja ditanam manusia. Tanaman tersebut ditanam manusia dengan tujuan tertentu. Tanaman tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Misalnya tumbuhan sebagai bahan makanan, bahan bangunan, bahan obat-obatan, dan untuk keindahan lingkungan. Agar bermanfaat, tanaman harus dirawat dengan baik. Tanaman akan tumbuh subur apabila dirawat dengan baik. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merawat tanaman sebagai berikut.

1. Pengolahan Tanah
Tanah yang padat dan keras tidak baik untuk pertumbuhan tanaman. Tanah perlu diolah agar gembur. Tanah yang gembur menyediakan udara yang cukup untuk pernapasan akar tanaman. Selain itu, air juga cepat meresap pada tanah yang gembur. Dengan demikian, kebutuhan air pada tanaman dapat terpenuhi. Untuk mengolah tanah dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
Pembersihan Lahan
Pembersihan lahan terutama dilakukan terhadap rumput-rumput liar atau gulma yang
dapat mengganggu tanaman. Pembersihan juga dilakukan terhadap tanaman keras lainnya yang dapat menggangu tanaman yang akan kita tanam, terutama yang bisa menghambat sinar matahari.  Rumput dan tanaman gulma lainnya harus dibersihkan dengan cara membabatnya.
Pencangkulan
Lahan yang sudah selesai dibersihkan bisa langsung dibajak atau dicangkul dengan kedalaman sekitar. Pada waktu  dilakukan pencangkulan ini, rumput dan sisa tanaman lunak yang dibiarkan menumpuk sewaktu dilakukan pembersihan lahan bisa dicampur sekaligus dengan tanah sehingga membusuk dan dapat menjadi pupuk. Tujuan pencangkulan ini adalah untuk membalik tanah dan mengubah struktur tanah yang tadinya padat atau keras menjadi gembur atau remah sehingga akar tanaman dapat dengan mudah menembus tanah dan mengambil zat makanan.

2. Pengairan
Tanaman membutuhkan air untuk keperluan hidupnya. Banyaknya air yang dibutuhkan setiap jenis tanaman berbeda-beda. Ada tanaman yang membutuhkan air yang banyak. Ada juga tanaman yang hanya membutuhkan air sedikit saja. Untuk memenuhi kebutuhan air tanaman perlu dilakukan penyiraman. Penyiraman dilakukan sesuai dengan kebutuhan tanaman. Penyiraman tanaman dilakukan untuk beberapa tujuan, tujuan dari penyiraman ini adalah :
a.    Mengganti air yang menguap pada siang hari.
b.    Mengembalikan kekuatan tanaman kepada keadaan tanaman di malam hari.
c.    Penambahan terhadap tanaman yang kekuarangan air.

3. Pemupukan
Pupuk merupakan makanan tambahan bagi tanaman. Ada dua macam pupuk yaitu pupuk alami dan pupuk buatan. Pupuk alami berasal dari kotoran hewan dan bagian-bagian tumbuhan yang membusuk. Pupuk yang berasal dari kotoran hewan dinamakan pupuk kandang. Hewan yang kotorannya sering digunakan untuk pupuk kandang adalah hewan yang bisa dipelihara oleh masyarakat, seperti kotoran kambing, sapi, domba, dan ayam. Selain berbentuk padat, pupuk kandang juga bisa berupa cair yang berasal dari air kencing (urine) hewan.

Cara Merawat Tanaman Hias Agar Tumbuh Subur


                                                          EDISI TANAMAN HIAS

Jika anda sedang menanam sesuatu, maka hal yang paling penting bahkan wajib untuk anda ketahui adalah cara merawat tanaman. Ada banyak tanaman memang yang bisa ditanam dan salah satu tanaman yang banyak ditanam adalah tanaman hias. Tanaman hias ini memiliki fungsi untuk memperindah ruangan atau biasa juga disimpan di depan rumah. Keindahan tanaman bisa mempercantik rumah anda, bahkan bisa memberikan sensasi fresh ketika anda melihatnya. Namun pastinya, seperti disebutkan diatas, anda harus mengetahui dengan baik cara merawat tanaman tersebut agar tumbuh subur dan tidak mati.
cara merawat tanaman

Pilih Tanaman Terbaik

Hal pertama yang harus anda perhatikan adalah masalah tanaman yang akan anda tanam tersebut dan menjadi bagian pertama dalam cara merawat tanaman hias. Seperti kita tahu bahwa ada banyak sekali tanaman termasuk tanaman hias yang bisa kita tanam, namun pastinya jangan asal pilih. Pada umumnya, tanaman hias yang biasa ditanam adalah tanaman bunga tertentu karena ini biasanya menghasilkan bunga yang bisa menambah keindahan pada saat melihatnya.

Pilih Media Tanam

Selanjutnya, media tanam juga menjadi hal yang penting untuk dipperhatikan karena media tanam ini memberikan pengaruh yang kuat terhadap kesuburan tanaman yang anda tanam nanti. Media tanam pada umumnya biasa dilakukan dalam dua media yakni tanah secara langsung dan atau menggunakan pot. Pada umumnya, untuk jenis tanaman hias akan lebih baik jika ditanam menggunakan media tanah di dalam pot.
cara merawat tanaman hias

Perhatikan Pupuk

Pupuk bisa menjadi hal penting juga yang mempengaruhi pada tingkat kesuburan tanaman hias. Sebaiknya penggunaan pupuk dilakukan dengan dua cara yakni dengan menggunakan pupuk dasar dan juga pupuk tambahan. Pupuk dasar sebaiknya menggunakan pupuk organik yang kemudian dicampur dengan tanah. Selanjutnya, untuk pupuk tambahan, anda bisa menggunakan pupuk kimia namun gunakan yang sesuai dan tidak terlalu banyak.

Siram secara Teratur

Tanaman layaknya manusia yang memerlukan air. Jika tanaman kekurangan air, maka akan kering dan layu. Oleh karenanya, sebaiknya anda menyiramnya secara teratur karena jika tidak maka tanaman anda bisa membuat tanaman anda mati. Waktu yang tepat untuk menyiram tanaman adalah pada waktu sore hari dan juga pada pagi hari. Dengan siraman yang baik dan teratur, maka dapat dipastikan tanaman anda akan subur.
merawat tanaman hias

Rawat Secara Detail

Selanjutnya, anda perlu merawatnya secara detail termasuk membersihkan ranting yang kering atau membersihkan tanaman lain yang ada di dekat tanaman hias tersebut. Akan lebih baik dibiarkan tanaman hias anda tumbuh sendiri dan jangan biarkan ada tanaman lain yang menghinggapinya dengan seksama dan ini menjadi bagian penting dari merawat tanaman hias.

Selasa, 14 Juli 2015

Budidaya Bebek Potong

Budidaya Bebek Potong


Budidaya terhadap bebek potong bisa dijadikan pilihan dalam beternak, karena budidaya bebek potong ternyata menawarkan keuntungan yang cukup menggiurkan, keunggulannya adalah bebek tergolong unggas yang tahan dari serangan penyakit. selain itu juga  Bisnis ini ternyata memiliki prospek yang menjanjikan.
Salah satu contoh bisa kita lihat di Desa celepan Kecamatan Kedawung Kabupaten Sragen, dimana sebagian besar warganya memilih untuk melakukan budidaya bebek. Sehingga daerah tersebut dikenal dengan sebutan “Kampung Bebek” penghasilannya pun terhitung lumayan besar, di daerah tersebut rata-rata setiap KK yang beternak bebek mendapat penghasilan hingga Rp. 9 juta perbulannya, dan itupun hanya dari menjual telurnya saja.
Jika kita lihat kondisi sekarang permintaan pasar tidak hanya pada telur bebek, tetapi permintaan terhadap daging bebek juga semakin meningkat, ini bisa kita lihat dengan semakin merebaknya restoran dan rumah makan yang secara khusus menawarkan sajian daging bebek, dengan aneka pilihan menu. Dari melihat potensi yang ada maka bisnis budidaya bebek potong dapat dijadikan pilihan didalam melakukan usaha.
Namun sebelum seseorang memulai melakukan budidaya bebek potong alangkah baiknya jika mempersiapkan diri terlebih dahulu dengan pemahaman tentang perkandangan, bibit unggul, pakan ternak, pengelolaan dan pemasaran hasil. Dan didalam pemeliharaan bebek potong, peternak sebaiknya memelihara bebek jantan. Kenapa? Hal ini dimaksudkan karena bebek jantan memiliki berbagai keunggulan dan keuntungan apabila ditinjau dari segi ekonomi. Dimana harga bibit bebek jantan lebih murah dibanding dengan harga bibit bebek betina, lalu dari segi pemeliharaan pun pertumbuhan bebek jantan lebih baik daripada bebek betina sehingga dalam waktu yang relatif tidak lama antara 2-3 bulan berat badan bebek bisa mencapai tidak kurang dari 1,5 kg. Dan itu adalah berat yang biasa dibutuhkan oleh konsumen. Selain berat juga dikarena pada umur yang muda menghasilkan daging yang lebih empuk, gurih dan nilai gizi yang lebih tinggi.
Bagaimana, setelah membaca artikel ini apakah anda tertarik untuk menjalankan bisnis budidaya bebek potong. Apabila tertarik maka kata kuncinya adalah Memulai, hanya dengan bertekad sukses bukan berharap sukses. kesuksesan itu akan dapat

bududaya belut

bududaya belut

. SEJARAH SINGKAT Belut merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk tubuh bulat memanjang yang hanya memiliki sirip punggung dan tubuhnya licin. Belut suka memakan anak-anak ikan yang masih kecil. Biasanya hidup di sawah-sawah, di rawa-rawa/lumpur dan di kali-kali kecil. Di Indonesia sejak tahun 1979, belut mulai dikenal dan digemari, hingga saat ini belut banyak dibudidayakan dan menjadi salah satu komoditas ekspor. 2. SENTRA PERIKANAN Sentra perikanan belut Internasional terpusat di Taiwan, Jepang, Hongkong, Perancis dan Malaysia. Sedangkan sentra perikanan belut di Indonesia berada di daerah Yogyakarta dan di daerah Jawa Barat. Di daerah lainnya baru merupakan tempat penampungan belut-belut tangkapan dari alam atau sebagai pos penampungan. 3. JENIS Klasifikasi belut adalah sebagai berikut: Kelas : Pisces Subkelas : Teleostei Ordo : Synbranchoidae Famili : Synbranchidae Genus : Synbranchus Species : Synbranchus bengalensis Mc clell (belut rawa); Monopterus albus Zuieuw (belut sawah); Macrotema caligans Cant (belut kali/laut) Jadi jenis belut ada 3 (tiga) macam yaitu belut rawa, belut sawah dan belut kali/laut. Namun demikian jenis belut yang sering dijumpai adalah jenis belut sawah. 4. MANFAAT Manfaat dari budidaya belut adalah: 1) Sebagai penyediaan sumber protein hewani. 2) Sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari. 3) Sebagai obat penambah darah. 5. PERSYARATAN LOKASI 1) Secara klimatologis ikan belut tidak membutuhkan kondisi iklim dan geografis yang spesifik. Ketinggian tempat budidaya ikan belut dapat berada di dataran rendah sampai dataran tinggi. Begitu pula dengan kelembaban dan curah hujan tidak ada batasan yang spesifik. 2) Kualitas air untuk pemeliharaan belut harus bersih, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik. Kondisi tanah dasar kolam tidak beracun. 3) Suhu udara/temperatur optimal untukpertumbuhan belut yaitu berkisar antara 25-31 derajat C. 4) Pada prinsipnya kondisi perairan adalah air yang harus bersih dan kaya akan osigen terutama untuk bibit/benih yang masih kecil yaitu ukuran 1-2 cm. Sedangkan untuk perkembangan selanjutnya belut dewasa tidak memilih kualitas air dan dapat hidup di air yang keruh. 6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA 6.1. Penyiapan Sarana dan Peralatan 1) Perlu diketahui bahwa jenis kolam budidaya ikan belut harus dibedakan antara lain: kolam induk/kolam pemijahan, kolam pendederan (untuk benih belut berukuran 1-2 cm), kolam belut remaja (untuk belut ukuran 3-5 cm) dan kolam pemeliharaan belut konsumsi (terbagi menjadi 2 tahapan yang masing-masing dibutuhkan waktu 2 bulan) yaitu untuk pemeliharaan belut ukuran 5-8 cm sampai menjadi ukuran 15-20 cm dan untuk pemeliharan belut dengan ukuran 15-20 cm sampai menjadi ukuran 30-40 cm. 2) Bangunan jenis-jenis kolam belut secara umum relatif sama hanya dibedakan oleh ukuran, kapasitas dan daya tampung belut itu sendiri. 3) Ukuran kolam induk kapasitasnya 6 ekor/m2. Untuk kolam pendederan (ukuran belut 1-2 cm) daya tampungnya 500 ekor/m2. Untuk kolam belut remaja (ukuran 2-5 cm) daya tampungnya 250 ekor/m2. Dan untuk kolam belut konsumsi tahap pertama (ukuran 5-8 cm) daya tampungnya 100 ekor/m2. Serta kolam belut konsumsi tahap kedua (ukuran 15-20cm) daya tampungnya 50 ekor/m2, hingga panjang belut pemanenan kelak berukuran 3-50 cm. 4) Pembuatan kolam belut dengan bahan bak dinding tembok/disemen dan dasar bak tidak perlu diplester. 5) Peralatan lainnya berupa media dasar kolam, sumber air yang selalu ada, alat penangkapan yang diperlukan, ember plastik dan peralatan-peralatan lainnya. 6) Media dasar kolam terdiri dari bahan-bahan organik seperti pupuk kandang, sekam padi dan jerami padi. Caranya kolam yang masih kosong untuk lapisan pertama diberi sekam padi setebal 10 cm, diatasnya ditimbun dengan pupuk kandang setebal 10 cm, lalu diatasnya lagi ditimbun dengan ikatan-ikatan merang atau jerami kering. Setelah tumpukan-tumpukan bahan organik selesai dibuat (tebal seluruhnya sekitar 30 cm), berulah air dialirkan kedalam kolam secara perlahan-lahan sampai setinggi 50 cm (bahan organik + air). Dengan demikian media dasar kolam sudah selesai, tinggal media tersebut dibiarkan beberapa saat agar sampai menjadi lumpur sawah. Setelah itu belut-belut diluncurkan ke dalam kolam. 6.2. Penyiapan Bibit 1) Menyiapkan Bibit a. Anak belut yang sudah siap dipelihara secara intensif adalah yang berukuran 5-8 cm. Di pelihara selama 4 bulan dalam 2 tahapan dengan masing-masing tahapannya selama 2 bulan. b) Bibit bisa diperoleh dari bak/kolam pembibitan atau bisa juga bibit diperoleh dari sarang-sarang bibit yang ada di alam. c. Pemilihan bibit bisa diperoleh dari kolam peternakan atau pemijahan. Biasanya belut yang dipijahkan adalah belut betina berukuran ± 30 cm dan belut jantan berukuran ± 40 cm. d. Pemijahan dilakukan di kolam pemijahan dengan kapasitas satu ekor pejantan dengan dua ekor betina untuk kolam seluas 1 m2. Waktu pemijahan kira-kira berlangsung 10 hari baru telur-telur ikan belut menetas. Dan setelah menetas umur 5-8 hari dengan ukuran anak belut berkisar 1,5–2,5 cm. Dalam ukuran ini belut segera diambil untuk ditempatkan di kolam pendederan calon benih/calon bibit. Anak belut dengan ukuran sedemikian tersebut diatas segera ditempatkan di kolam pendederan calon bibit selama ± 1 (satu) bulan sampai anak belut tersebut berukuran 5-8 cm. Dengan ukuran ini anak belut sudah bisa diperlihara dalam kolam belut untuk konsumsi selama dua bulan atau empat bulan. 2) Perlakuan dan Perawatan Bibit Dari hasil pemijahan anak belut ditampung di kolam pendederan calon benih selama 1 bulan. Dalam hal ini benih diperlakukan dengan secermat mungkin agar tidak banyak yang hilang. Dengan perairan yang bersih dan lebih baik lagi apabila di air yang mengalir. 6.3. Pemeliharaan Pembesaran 1) Pemupukan Jerami yang sudah lapuk diperlukan untuk membentuk pelumpuran yang subur dan pupuk kandang juga diperlukan sebagai salah satu bahan organik utama. 2) Pemberian Pakan Bila diperlukan bisa diberi makanan tambahan berupa cacing, kecoa, ulat besar(belatung) yang diberikan setiap 10 hari sekali. 3) Pemberian Vaksinasi 4) Pemeliharaan Kolam dan Tambak Yang perlu diperhatikan pada pemeliharaan belut adalah menjaga kolam agar tidak ada gangguan dari luar dan dalam kolam tidak beracun. 7. HAMA DAN PENYAKIT 7.1. Hama 1) Hama pada belut adalah binatang tingkat tinggi yang langsung mengganggu kehidupan belut. 2) Di alam bebas dan di kolam terbuka, hama yang sering menyerang belut antara lain: berang-berang, ular, katak, burung, serangga, musang air dan ikan gabus. 3) Di pekarangan, terutama yang ada di perkotaan, hama yang sering menyerang hanya katak dan kucing. Pemeliharaan belut secara intensif tidak banyak diserang hama. 7.2. Penyakit Penyakit yang umum menyerang adalah penyakit yang disebabkan oleh organisme tingkat rendah seperti virus, bakteri, jamur, dan protozoa yang berukuran kecil. 8. PANEN Pemanenan belut berupa 2 jenis yaitu : 1) Berupa benih/bibit yang dijual untuk diternak/dibudidayakan. 2) Berupa hasil akhir pemeliharaan belut yang siap dijual untuk konsumsi (besarnya/panjangnya sesuai dengan permintaan pasar/konsumen). Cara Penangkapan belut sama seperti menangkap ikan lainnya dengan peralatan antara lain: bubu/posong, jaring/jala bermata lembut, dengan pancing atau kail dan pengeringan air kolam sehingga belut tinggal diambil saja. 9. PASCAPANEN Pada pemeliharaan belut secara komersial dan dalam jumlah yang besar, penanganan pasca panen perlu mendapat perhatian yang serius. Hal ini agar belut dapat diterima oleh konsumen dalam kualitas yang baik, sehingga mempunyai jaringan pemasaran yang luas. 10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA 10.1.Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis budidaya belut selama 3 bulan di daerah Jawa Barat pada tahun 1999 adalah sebagai berikut: 1) Biaya Produksi a. Pembuatan kolam tanah 2 x 3 x 1, 4 HOK @ Rp.7.000,- Rp. 28.000,- b. Bibit 3.000 ekor x @ Rp. 750,- Rp. 225.000,- c. Makanan tambahan (daging kelinci 3 ekor) @ Rp.15.000,-Rp. 45.000,- d. Lain-lain Rp. 30.000,- Jumlah Biaya Produksi Rp. 328.000,- 2) Pendapatan: 3000 ekor = 300 kg x @ Rp. 2.500,- Rp. 750.000 3) Keuntungan Rp. 422.000,- 4) Parameter Kelayakan Usaha 2,28 10.2.Gambaran Peluang Agribisnis Budidaya ikan belut, baik dalam bentuk pembenihan maupun pembesaran mempunyai prospek yang cukup baik. Permintaan konsumen akan keberadaan ikan belut semakin meningkat. Dengan teknik pemeliharaan yang baik, maka akan diperoleh hasil budidaya yang memuaskan dan diminati konsumen.

Minggu, 12 Juli 2015

Inspirasi Peluang Usaha Budidaya Hewan Ternak


Inspirasi Peluang Usaha Budidaya Hewan Ternak


Peternakan adalah salah satu jenis peluang usaha bisnis yang dari dahulu kala hingga sekarang ini masih sangat banyak digemari banyak orang di negeri kita ini. Mulai skala kecil menengah hingga besar masih tumbuh subur di tanah air. Jika kita bisa cerdik memanfaatkan celah pasar maka bukan tidak mungkin kita akan meraup keuntungan yang cukup bagus di dalam bisnis peternakan.

Beberapa waktu yang lalu penulis mengantar seorang teman untuk mengantar berkunjung kerumah salah satu orang yang sedang menjual rumah (teman penulis adalah broker properti), dan ternyata ketika ngobrol disana, pemilik rumah ternyata seorang pengusaha budidaya lobster air tawar usut punya usut dia sudah memanfaatkan peluang usaha tersebut selama hampir 3 tahunan lebih dan lebih dahsyatnya lagi mereka sudah mulai mensuplai kebutuhan lobster di hotel hotel besar yang ada di kota besar di Indonesia. Dimulai dari usaha rumahan hingga sebesar itu ternyata mereka juga sudah memiliki lahan budidaya lobster tersebut di daerah Sidoarjo yang lebih luas lagi karena untuk memenuhi permintaan lobster tersebut yang cukup besar.

Itu sedikit cerita soal pengusaha lobster yang bisa memanfaatkan peluang usaha tersebut. Ternak mereka ya ternak lobster. Nah selain itu penulis juga sudah agak lama ngobrol dengan pengusaha sapi potong yang omsetnya limayan gila-gilaan, besar sekali karena dia bisa mengirimi hampir ratusan sapi dalam setiap bulannya ke kota-kota besar di Indonesia bahkan sampai luar jawa. Pengusaha sapi potong ini memang cerdik dan pintar dalam memanfaatkan peluang usaha yang ada. Dia tidak membudidayakan sendiri dari kecil, namun dia berburu sapi di perkampungan penduduk dan juga pasar hewan ada yang sudah siap jual dan ada yang perlu di pelihara untuk beberapa waktu namun tidak lama karena dia mengandalkan perputaran penjuaalan sapi potong yang cukup cepat.

Dua cerita diatas hanya secuil dari sebagian pengusaha yang tidak terekpos di media masa namun mereka sudah sukses dengan bisnisnya. Pintar memanfaatkan peluang bisnis dan juga selalu berusaha dan kreatif adalah salah satu kunci sukses dari masing-masing pengusaha yang saya sebutkan diatas. Lalu bagaimana dengan anda? apa anda juga ada bakat berbisnis di bidang budidaya hewan atau peternakan bahkan bisa perikanan? Silahkan saja mencari ilmunya, sudah banyak para pelaku usaha yang bisa anda contoh, anda tinggal menambah sedikit banyak nilai tambah (value added ) di bisnis anda tersebut untuk bisa bersaing dengan kompetitor.

Peluang usaha budidaya kambing etawa saya rasa juga masih menjadi primadona bagi sebagian orang karena kambing jenis ini adalah kambing yang tidak biasa serta harga jualnya pun juga stabil dan cenderung bagus. Selain itu ada juga ide berbisnis burung kenari yang profitnya pun bisa lumayan jika anda telaten dan gemar dengan budidaya burung. Ada juga peluang bisnis budidaya ayam kampung, anda bisa memelihara dari kecil atau juga bisa mengambil dari penduduk dan bisa menawarkan ayam tersebut ke rumah makan soto atau rumah makan lainnya yang saya rasa banyak yang membutuhkan ayam kampung mengingat dagingnya cenderung lebih enak dan juga lebih sehat alami.

Sebenarnya masih banyak inspirasi peluang usaha dibidang budidaya hewan yang bisa kita ambil dan manfaatkan. Strategi marketing yang unik dan kreatif juga harus selalu anda gali jika ingin bersaing melawan kompetitor dengan lebih baik. Intinya dalam setiap bisnis usaha, kreatifitas sangat penting dan anda harus selalu mencari cara untuk hal tersebut. Mau mencoba? semoga sukses ya. Terima Kasih.

Minggu, 05 Juli 2015

978 Cara Lengkap Dan Mudah Budidaya Ikan Nila Menurut Para Ahli

978 Cara Lengkap Dan Mudah Budidaya Ikan Nila Menurut Para Ahli

978 Cara Lengkap Dan Mudah Budidaya Ikan Nila Menurut Para Ahli - Ikan nila merupan ikan konsumsi yang sangat bermasyarakat dan juga sudah di budidayakan secara komersil ikan ini juga mempunyai manfaat ikan nila bagi kesehatan tetapi sebagian orang karena tekstur dagingnya yang banyak duri akan tepapi terdapat peluang bisnis dalam budidaya ikan nila.

Spesies ikan ini tergolong ikan yang mudah berkembang biak meskipun di area yang sempit sekalipun, jadi tidak terlalu sulit untuk budidaya ikan nila ini. ada banyak macam jenis ikan nilayang dapat di budidaya.
CARA MUDAH BUDIDAYA IKAN NILA MENURUT PARA AHLI
CARA MUDAH BUDIDAYA IKAN NILA MENURUT PARA AHLI
Pembesaran ikan nila dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa sistem pemeliharaan, yaitu :
  • Kolam air tenang (KAT)
  • Kolam air deras (KAD)
  • Karamba jaring apung (KJA) di waduk/danau
  • Karamba di sungai/saluran irigasi
A. PEMBESARAN DI KOLAM AIR TENANG (KAT)

1. Konstruksi Kolam
  • Bentuk petakan tidak perlu segi empat
  • Luas petakan kolam (500-1000) MPematang kolam kokoh, kedap air dengan Iebar 50 cm
  • Saluran pemasukan dan pengeluaran terletak pada sisi yang berseberangan
  • Saringan terbuat dari kawat, bambu atau jaring/hapa yang diletakkan pada saluran pemasukan dan pengeluaran
  • Kedalam kolam berkisar antara (0,5-1,5) m
  • Parit keliling atau diagonal dengan kedalaman antara (20-50) cm dengan Iebar berkisar antara (50-200) cm. 
2. Persiapan Pemeliharaan
  • Penjemuran kolam sampai tanah dasar menjadi retak-retak selama 4-7 hari
  • Pemberian kapur tohor dengan dosis 25-50 g/M2
  • Pemupukan dasar berupa pupuk organik dengan dosis 250-500 g/m2 dan pupuk anorganik seperti urea 15 g/ M2, TSP 10 g/ M2, dan NH4NO315 g/M2, untuk menumbuhkan plankton. Pupuk yang digunakan ditebarkan secara merata di dasar kolam.
3. Padat Penebaran Benih

    I 5-10 ekor/  M2 ukuran 8-12 cm atau bobot  ±15-20 g/ekor

4. Pemberian Pakan
  • Selain pakan alami yang tersedia di kolam, diberikan juga pakan tambahan (pellet) dengan kadnugan protein minimal 28%
  • Frekuensi pemberian pakan 2-3 kali sehari yaitu pagi, siang, dan sore hari
  • Jumlah pakan yang diberikan sebanyak 3-5% dari bobot biomassa ikan perhari tergantung dari umur dan bobot ikan
5. Pengelolaan Air

    Sumber air dapat berasal dari sungai, mata air, sumur atau air hujan
    Kondisi air yang ideal memiliki temperatur 28-30°C, pH (7-8,5), debit air ±5 Udetik/1.000 M2

6. Produktivitas

    Ukuran panen sebesar 200-300 glekor dengan lama pemeliharaan 3-6 bulan
     Produksi yang dihasilkan 1-2 Kg/M2/MT

B. PEMBESARAN DI KOLAM AIR DERAS (KAD)

1. Konstruksi Kolam

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal kita yang kita lakukan adalah menerapkan semua ketentuan yang ada di bawah ini :
  • Bentuk kolam segi empat atau oval
  • Volume kolam 1 30 m3
  • Kolam terbuat dari pasangan bata/batu (beton)
  • Kedalaman air berkisar antara 1-1,5 m
  • Saluran air pemasukan dan pengeluaran terletak pada sisi yang bersebrangan
  • Kemiringan dasar kolam sekitar 1% 
  • Saringan pada saluran pemasukan dan pengeluaran terbuat dari kawat atau besii tahan karat
2. Padat Tebar Benih

Pada bagian tebar benih kita lalukan dengan padat tebar 75-100 ekor/Mdengan ukuran 20-30 g/ekor. karena ikan jenis ini termasuk ikan yang suka bergerobol dan akan menjadikan mereka menjadi nafsu makan bertambah.

3. Pemberian pakan

Ikan nila bukan termasuk ikan yang rakus jadi pemberian pakan cukup dengan frekuensi sebagai berkut :
  • Jumlah pakan yang diberikan 3-5%/bobot biomas perhari
  • Frekuensi pemberian pakan 3 kali perhari yaitu pagi, siang dan sore hari
4. Produktivitas

    Bobot ikan hasil panen 600-800 g l ekor dengan lama pemeliharaan 5-6 bulan
    Produksi yang dihasilkan 30-50 Kg/M3/MT
    Volume kolam ± 30 M3

C. PEMBESARAN DI KERAMBA JARING APUNG (KJA)

1. Wadah Budidaya

Kerangka

    Bahan                : kayu tahan air, bambu atau besi yang di cat anti karat
    Ukuran              : 7 x7 M2
    Bentuk              : persegi

Pelampung

    Bahan                : styrofoam, drum
    Bentuk               : silindris
    Volume              : 200 L (0,2 M3)
    Jumlah               : minimal 8 buah per jaring

Tali jangkar

    Bahan                : polyetylena (PE)
    Panjang             : 1,5 kali kedalaman perairan
    Jumlah               : 5 utas perjaring
    Diameter            : 0,75 inchi

Jangkar

    Bahan                : besi, blok beton, batu
    Bentuk               : segi empat
    Berat                  : minimal 40 Kg/buah
    Jumlah               : 5 buah/jarring 6

Jaring

    Bahan                      : polyetylene (PE 210 D/12)
    Ukuran mata jaring : 1 inchi
    Warna                      : hijau
    Ukuran jaring          : (7 x 7 x 2,5) M3

2. Padat Penebaran Benih

    50-70 ekor/ M3 dengan ukuran 30-50 g/ekor

3.  Pemberian Pakan
  • Selain pakan yang tersedia diperairan umum (waduk/danau), harus diberi pakan tambahan buatan dengan kandungan protein minimal 28%
  • Frekuensi pemberian pakan minimal 2-3 kali/hari yaitu pagi, siang dan sore
  • Jumlah pakan yang diberikan 3-5% perhari/bobot biomas
4. Produktivitas
Bobot ikan yang dihasilkan 250-300 glekor dengan lama pemeliharaan 3-4 bulan (10-15 Kg/m3/MT) atau 2 500 glekor dengan lama pemeliharaan 6 bulan (20-30 Kglm3/MT)
D. PEMBESARAN DI KARAMBA
1. Wadah Budidaya
  • Bahan dasar kayu atau bambu
  • Ukuran karamba dapat bervariasi tergantung pada luas dan kedalaman perairan. Untuk saluran irigasi atau sungai kecll umumnya berukuran (2 x 1 x 1) m3, sedangkan untuk sungai sungai berukuran besar atau danau berukuran (4 x 2 x 2) m3‘
  • Pemasangan karamba untuk perairan sungai atau saluran irigasi yang ukurannya kecll dan dangkal dapat diletakkan tenggelam di dasar perairan.
  • Pemasangan karamba untuk perairan sungai yang cukup lebar dan dalam atau perairan danau/waduk dengan kedalaman lebih dari 2 m, maka petakan karamba memerlukan pelampung agar posisi karamba terapung
  • Pelampung yang digunakan antara lain drum atau styrofoam. 
2. Persiapan Pemeliharaan
  • Pembuatan karamba dari bambu atau kayu
  • Untuk karamba yang diletakkan setengah terapung di permukaan air harus dilengkapi dengan pelampung
  • Agar karamba tidak hanyut terbawa arus maka diikat dengan tali yang diikatkan pada pasak di tepi sungai atau memakai jangkar. Untuk karamba yang diletakkan di dasar aungai atau saluran, diikatkan pada (minimal) 4 buah kayu/bambu yang di dekat petakan
  • Pada sisi bagian atas karamba dibuat pintu berukuran (50x50) cmz dan diberi kunci (gembok) yang berfungsi untuk memasukkan benih/pemberian pakan dan panen
3. Padat penebaran Benih

Padat tebar benih dapat di lakukan dengan ketentuan yaitu 30-40 ekor/M3ukuran 75-100 nrnm/nkn karena ikan nila termasuk jenis ikan yang hidupnya menggerombol jadi tidak masalah kepadatan tinggi. Cara Pembenihan Ikan Nila

4. Pemberian Pakan
  • Pakan yang diberikan berupa pellet dengan kandungan protein minimal 28%
  • Jumlah pakan yang diberikan sebanyak 3-5%/bobot biomass/hari.
  • Frekuensi pemberian pakan sebanyak 3 kali sehari, yaitu pagi, siang dan sore.
5. Produktivitas

    Ukuran panen : 250-300 g/ekor dengan lama pemeliharaan 3-4 bulan
    Produksi, 6-8 kg/M3.

Jumat, 03 Juli 2015

Manfaat dan Khasiat Buah Tin

Manfaat dan Khasiat Buah Tin

Buah tin atau dalam bahasa latin dalam juga dalamFicus carica merupakan sejenis buah dalam berasal dari Asia Barat yang sangat terkenal dalam dunia Islam. dalam ini dikarenakan buah tin disebut oleh Allah SWT dalam firman Allah SWT dalam Alquran pada surat At-tin yaitu surat ke 95.



 Buah tin juga merupakan salah satu buah kesukaan Rasululah SAW. Diriwayatkan dari Abu Zar r.a.bahwa pada suatu hari,Rasulullah mendapatkan hadiah satu bekas buah tin, kemudian Nabi Muhammad SAW mengajak sahabat- sahabat untuk makan dan Nabi pun juga ikut makan seraya berkata "Kalau aku perkataan tentang buah yang diturunkan dari syurga,niscaya aku katakan inilah kerana buah- buahan syurga tidak berbiji.Oleh karena itu, makanlah buah ini. Sesungguhnya buah ini menghentikan penyakit buasir dan menyehatkan badan."

Dari sabda Rasulullah SAW tersebut, bisa kita simpulkan bahwa buah tin merupakan buah yang berasal dari syurga dan termasuk buah yang mengandung manfaat di dalamnya dan telah disebutkan Rasulullah yaitu untuk mencegah penyakit dan menyehatkan badan, serta untuk menghilangkan toksin yang berbahaya di dalam tubuh manusia. Di dunia ini, terdapat dua jenis buah tin yaitu buah tin basah dan buah tin kering. Perbedaan antara kedua jenis buah tin itu hanya pada kadar kalorinya. Jika pada buah tin kering, mengandung 6 kali kalori lebih banyak dari buah tin basah.

Buah tin sangat kaya dengan nutrisi dalam tubuh buahnya. Diantara nutrisi- nutrisi tersebut antara lain protin, lemak, karbohidrat, vitamin, kalsium, zat besi, dan potassium. Kadar nutrisi buah tin adalah protin sebanyak 4.3 mg, serat 5.6 mg, energi 274 kkal, kalsium 126 mg, karbohidrat yaitu 63.4 mg, vitamin C sekitar 1 mg.
Karena buah tin kaya dengan berbagai nutrisi di dalamnya, maka buah tin juga sangat bermanfaat bagi kesehatan. Berikut saya uraikan manfaat buah tin bagi kesehatan yang saya dapat dari berbagai sumber terpercaya.

1. Buah tin bisa membunuh bakteri yang mengganggu kesehatan tubuh.
2. Dapat menurunkan kadar kolesterol tubuh.
3. Bagi anda yang sedang diet, buah tin cocok untuk menurunkan berat  badan anda dan memperlancar diet
    sehat anda.
4. Menambah nafsu makan
5. Merangsang pembentukan hemoglobin dalam darah, sehingga sangat cocok digunakan bagi penderita
    anemia.
6. Mengurangi risiko penyakit jantung
7. Mengobati sembelit atau konstipasi
8. Buah tin bermanfaat memperkuat  tulang dan sendi dan mempercepat perkembangan tulang dan gigi
    pada anak karena banyak mengandung kadar kalsium.
9 Melawan sel- sel kanker yang berkembang dalam tubuh manusia
10.Membantu bernapas normal bagi penderita sesak napas atau asma

Selain kesepuluh manfaat tersebut, buah tin juga mengandung beberapa manfaat lain diantaranya adalah ;
1. Mengobati penyakit us dan lambung
    Cara membuat ramuan obat ini sangat sederhana, tinggal anda potong sekitar 6 potong buah tin. Lalu anda
    campur dengan minyak zaitun.Kemudian, campurkan dengan beberapa potong jeruk nipis. Diamkan
    selama semalam. Potongan buah tin ini siap dikonsumsi sebagai obat pereda penyakit us dan lambung.

2. Bermanfaat dalam mengobati luka
    Caranya juga sangat sederhana, silahkan anda didihkan buah tin kering beserta susu. Setelah selesai,
    diamkan buah tin dan susu yang telah anda didihkan tadi sampai dingin. Lalu, balut luka dengan campuran
    ramuan ini. InsyaAllah luka akan sembuh dengan cepat.

Tanaman Surgawi Ku

Manfaat Kunyit Putih


Manfaat kunyit putih menjadi salah satu tanaman obat tradisional yang digunakan banyak orang untuk mengatasi berbagai permasalahan kesehatan. Pada artikel sebelumnya, sudah kita bahas mengenaimanfaat kunyit. Kunyit putih tidak seperti dengan kunyit kuning yang biasa ditemui, karena memang agak jarang tanaman ini dijadikan untuk bumbu memasak. Kunyit putih merupakan sejenis umbi yang berbuah tahunan, dengan rimpang bulat dan berwarna putih hampir seperti kencur. Selengkapnya mengenai manfaat kunyit putih akan diulas pada artikel ini.
Manfaat Kunyit Putih Untuk Pengobatan
Kunyit putih mampu mengobati berbagai keluhan penyakit, berikut ini resep pengobatan dengan kunyit putih :
  • Mengobati penyakit maag – Gejala penyakit maag terjadi karena pola makan yang tidak teratur dan memakan makanan yang memicu asam lambung terlalu banyak. Ada baiknya kita mengobatinya dengan kunyit putih agar penyakit tidak semakin parah. Caranya : Kunyit putih dibersihkan kemudian dipotong-potong. Lalu rebus dengan 500 cc air, rebus sampai airnya tinggal separuhnya. Saring ramuan kemudian dinginkan. Minum selagi hangat dengan ditambahkan madu. Minum 2 kali sehari, dosis 50 cc sekali minum.
  • Mencegah kanker payudara – Selain kanker serviks, gejala kanker payudara sangat ditakutkan oleh kaum wanita, untuk mengurangi resikon terjadinya kanker ini dapat membuat ramuan dengan manfaat kunyit putih. Caranya, kunyit putih dan beberapa bahan lain seperti keladi putih di cuci bersih dan dipotong-potong. Rebus dengan air sebanyak 4 gelas, tunggu sampai tinggal setengahnya. Saring dan dinginkan, kemudian minum dengan campuran madu alami untuk pemanisnya.
Kandungan Zat Pada Kunyit Putih
Sebagai salah satu tanaman herbal, memang kunyit putih digunakan sebagai esep pengobatan tradisional untuk berbagai ramuan untuk jamu. Memang rasa yang dihasilkan dari tanaman herbal seperti pada manfaat kencur ataupun manfaat temulawak ini sangat tidak enak, namun ternyata memiliki khasiat baik bagi tubuh yang tersimpan pada kandungannya. Kunyit putih mengandung minyat atsiri yang juga terdapat pada manfaat daun kelor.
Selain itu pada penelitian yang banyak dilakukan, ternyata manfaat kunyit putih mangandung sejumlah zat yang mampu mengendalikan gejala kanker karena mampu menahan peradangan dan pembengkakan jaringan tubuh. Kunyit putih ini juga dapat mengatasi keputihan untuk mrnghindarkan terjadinya permasalahan yang lebih serius seperti gejala kanker serviks.
Efek Samping Kunyit Putih
Meskipun kunyit putih merupakan tanaman herbal yang telah banyak dikonsumsi, namun setidaknya ada beberapa efek samping terhadap penggunaanya seperti berikut :

Kunyit Putih
  • Kunyit putih bisa didapatkan dengan berbagai bentuk baik cairan atau kapsul. Terlalu banyak mengkonsumsi kunyit dapat menyebabkan kerusakan pada sel darah putih dan sel darah merah. hal ini jika terjadi secara terus-menerus dapat merusak sel darah merah seperti anemia.
  • Salah satu kemungkinan saat mengkonsumsi kunyit putih adalah penurunan gula darah. Namun hal ini harus diwaspadai karena jika dikonsumsi secara berlebihan, gula dalam bisa turun drastis. Kondisi ini bisa terjadi, yang dinamakan hypoglycemia atau kondisi tubuh kekurangan gula darah.
  • Selain sebagai pengobatan tanaman herbal sering digunakan untuk perawatan kecantikan, begitu pula dengan kunyit putih. Namun kunyit putih sedikit berbahaya bagi yang memiliki kulit sensitif karena penggunaan pada kulit secara terus-menerus dapat mengiritasi kulit.
  • Meskipun kunyit putif sering dijadikan pengobatan alternatif, namun dapat menurunkan keefektifan obat medis jika digunakan secara bersamaan. Sehingga butuh pengawasan dokter jika ingin mengkonsumsinya.
  • Bagi ibu hamil dan menyusui juga perlu menghindari penggunaan kunyit putih secara langsung (dimakan). Karena kandungan zat dalam kunyit putih tersebut dapat membahayakan janin hingga menyebabkan keguguran dan juga gangguan usu besar.

Khasiat dan Manfaat Pepaya

Khasiat dan Manfaat Pepaya

Khasiat dan Manfaat Pepaya - Budidaya Petani. Pepaya (carica papaya) adalah tumbuhan yang berbatang tegak dan basah. Penyakit yg Dapat Diobati antara lain:
Batu ginjal, Hipertensi, Malaria, Sakit keputihan, Kekurangan ASI; Reumatik, Malnutrisi, Gangguan saluran kencing, haid berlebihan; Sakit Perut saat haid, Disentri, Diare, Jerawat, Ubanan.

Khasiat dan Manfaat Pepaya

Khasiat dan Manfaat Pepaya

1. Batu Ginjal (niersteen = Belanda)
Bahan: 7 lembar daun pepaya. Cara membuat & menggunakan :
Memakai formula 3-5-7 plus, artinya :
  • Hari Pertama, 3 lembar daun pepaya yg masih segar direbus dengan air secukupnya, kemudian air rebusan daun pepaya tersebut diminum 1 gelas sekaligus.
  • Hari Kedua, 5 lembar daun pepaya yg masih segar direbus dengan air secukupnya, kemudian air rebusan daun pepaya tersebut diminum 1 gelas sekaligus.
  • Hari Ketiga, 7 lembar daun pepaya yg masih segar direbus dengan air secukupnya, kemudian air rebusan daun pepaya tersebut diminum 1 gelas sekaligus.
  • Untuk menutupnya ditambah dengan minum air kelapa muda (degan=Jawa), yg dipilih dari buah kelapa hijau.
Catatan : bagi yg mengidap hipertensi tidak boleh minum resep ini.

2. Hipertensi (tekanan darah tinggi)
a. Bahan: 2 potong akar pepaya. Cara membuat: direbus dengan 1 liter air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 cangkir
b. Bahan: 7 lembar daun atau bunga tapakdara. Cara membuat: diseduh dengan 1 gelas air & dibiarkan berapa saat & disaring. Cara menggunakan: diminum menjelang tidur.

3. Malaria
Bahan: 1 lembar daun pepaya, tempe busuk sebesar ibu jari, garam secukupnya. Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk halus, kemudian diperas & disaring untuk diambil airnya. Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari selama 7 hari berturut-turut.

4. Sakit Keputihan
Bahan: 1 lembar daun pepaya, 1 potong akar rumput alang-alang, adas pulosari secukupnya. Cara membuat: daun pepaya dicincang halus, kemudian direbus bersama bahan lainnya dengan 1,5 liter air sampai mendidih & disaring. Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 1 gelas & dilakukan secara teratur.

5. Kekurangan ASI
Bahan: buah pepaya yg masih hijau (muda) tanpa dikuliti. Cara membuat: buah pepaya tersebut dibelah menjadi 2 bagian, sebagian direbus dengan air & sebagian yg lain menggunakan cuka. Cara menggunakan: air rebusan tersebut diminum 2-3 sendok teh sehari & dilakukan secara teratur.

6. Reumatik
a. Bahan: buah pepaya, 2 butir telur ayam kampung; Cara membuat: buah pepaya dipotong penampangnya kemudian telur dimasukkan dalam pepaya melalui lubang yg telah dibuat dengan memotong penampang tadi, ditutup kembali rapat-rapat & dibakar hingga telur yg ada di dalamnya masak. Cara menggunakan: telur yg sudah masak tersebut dimakan pagi & sore
b. Bahan: 2 potong akar pepaya, 1 lembar daun pepaya; Cara membuat : kedua bahan tersebut ditumbuk halus,  kemudian direbus dengan 1 liter air sampai mendidih & disaring. Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 1 gelas pada sore hari.  

7. Malnutrisi (gejala kekurangan salah satu zat makanan pada balita)
a. Bahan: 2 lembar daun pepaya, 3 tangkai daun dadap serep,kapur sirih secukupnya. Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk bersama sampai halus. Cara menggunakan: dipergunakan sebagai bedak & dioleskan pada perut balita yg sakit.

b. Bahan: 1 lembar daun pepaya
Cara membuat: direbus dengan 1,5 gelas air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya. Cara menggunakan: diminumkan pada balita 2 sendok makan setiap hari.

8. Gangguan saluran kencing
Bahan: 3 potong akar pepaya. Cara membuat: direbus dengan 1 liter air air sampai mendidih, kemudian disaring. Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 0,5 gelas.

9. Haid berlebihan
Bahan: buah pepaya yg masih hijau (muda). Cara membuat: direbus dengan air sampai masak. Cara menggunakan: dimakan dagingnya.

10. Sakit perut pada waktu haid
Bahan: 1 lembar daun pepaya, buah asam & garam secukupnya

Cara Budidaya Tanaman Jahe Lengkap

Cara Budidaya Tanaman Jahe Lengkap

Cara Budidaya Tanaman Jahe LengkapBudidaya Petani. Tanaman jahe sudah terkenal sebagai bahan obat & penghangat. Jahe merupakan tanaman obat berupa tumbuhan rumpun berbatang semu. Jahe termasuk dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae), se-famili dengan temu-temuan lainnya seperti temu lawak (Cucuma xanthorrizha), temu hitam (Curcuma aeruginosa), kunyit (Curcuma domestica), kencur (Kaempferia galanga), lengkuas (Languas galanga) & lain-lain. Beriykut adalah Cara Budidaya tanaman Jahe.
1. SEJARAH SINGKAT
Jahe berasal dari Asia Pasifik yg tersebar dari India sampai Cina. Oleh karena itu kedua bangsa ini disebut-sebut sebagai bangsa yg pertama kali memanfaatkan jahe terutama sebagai bahan minuman, bumbu masak & obat-obatan tradisional. Nama daerah jahe antara lain halia (Aceh), beeuing (Gayo), bahing (Batak Karo), sipodeh (Minangkabau), jahi (Lampung), jahe (Sunda), jae (Jawa & Bali), jhai (Madura), melito (Gorontalo), geraka (Ternate), dsb.

2. URAIAN TANAMAN JAHE
2.1 Klasifikasi
  • Divisi : Spermatophyta
  • Sub-divisi : Angiospermae
  • Kelas : Monocotyledoneae
  • Ordo : Zingiberales
  • Famili : Zingiberaceae
  • Genus : Zingiber
  • Species : Zingiber officinale
2.2 Deskripsi.
Terna berbatang semu, tinggi 30 cm sampai 1 m, rimpang bila dipotong berwarna kuning atau jingga. Daun sempit, panjang 15 – 23 mm, lebar 8 – 15 mm ; tangkai daun berbulu, panjang 2 – 4 mm ; bentuk lidah daun memanjang, panjang 7,5 – 10 mm, & tidak berbulu; seludang agak berbulu. Perbungaan berupa malai tersembul dipermukaan tanah, berbentuk tongkat atau bundar telur yg sempit, 2,75 – 3 kali lebarnya, sangat tajam ; panjang malai 3,5 – 5 cm, lebar 1,5 – 1,75 cm ; gagang bunga hampir tidak berbulu, panjang 25 cm, rahis berbulu jarang ; sisik pada gagang terdapat 5 – 7 buah, berbentuk lanset, letaknya berdekatan atau rapat, hampir tidak berbulu, panjang sisik 3 – 5 cm; daun pelindung berbentuk bundar telur terbalik, bundar pada ujungnya, tidak berbulu, berwarna hijau cerah, panjang 2,5 cm, lebar 1 – 1,75 cm ; mahkota bunga berbentuk tabung 2 – 2,5 cm, helainya agak sempit, berbentuk tajam, berwarna kuning kehijauan, panjang 1,5 – 2,5 mm, lebar 3 – 3,5 mm, bibir berwarna ungu, gelap, berbintik-bintik berwarna putih kekuningan, panjang 12 – 15 mm ; kepala sari berwarna ungu, panjang 9 mm ; tangkai putik 2

2.3 Jenis Tanaman
Jahe dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan ukuran, bentuk & warna rimpangnya. Umumnya dikenal 3 varietas jahe, yaitu :
  1. Jahe putih/kuning besar atau disebut juga jahe gajah atau jahe badak : Rimpangnya lebih besar & gemuk, ruas rimpangnya lebih menggembung dari kedua varietas lainnya. Jenis jahe ini bias dikonsumsi baik saat berumur muda maupun berumur tua, baik sebagai jahe segar maupun jahe olahan.
  2. Jahe putih/kuning kecil atau disebut juga jahe sunti atau jahe emprit : Ruasnya kecil, agak rata sampai agak sedikit menggembung. Jahe ini selalu dipanen setelah berumur tua. Kandungan minyak atsirinya lebih besar dari pada jahe gajah, sehingga rasanya lebih pedas, disamping seratnya tinggi. Jahe ini cocok utk ramuan obat-obatan, atau utk diekstrak oleoresin & minyak atsirinya.
  3. Jahe merah : Rimpangnya berwarna merah & lebih kecil dari pada jahe putih kecil. sama seperti jahe kecil, jahe merah selalu dipanen setelah tua, & juga memiliki kandungan minyak atsiri yg sama dengan jahe kecil, sehingga cocok utk ramuan obat-obatan.
3. MANFAAT TANAMAN
Rimpang jahe dapat digunakan sebagai bumbu masak, pemberi aroma & rasa pada makanan seperti roti, kue, biskuit, kembang gula & berbagai.minuman. Jahe juga dapat digunakan pada industri obat, minyak wangi, industri jamu tradisional, diolah menjadi asinan jahe, dibuat acar, lalap, bandrek, sekoteng & sirup. Dewasa ini para petani cabe menggunakan jahe sebagai pestisida alami. Dalam perdagangan jahe dijual dalam bentuk segar, kering, jahe bubuk & awetan jahe. Disamping itu terdapat hasil olahan jahe seperti: minyak astiri & koresin yg diperoleh dengan cara penyulingan yg berguna sebagai bahan pencampur dalam minuman beralkohol, es krim, campuran sosis & lain-lain.
Adapun manfaat secara pharmakologi antara lain adalah sebagai karminatif (peluruh kentut), anti muntah, pereda kejang, anti pengerasan pembuluh darah, peluruh keringat, anti inflamasi, anti mikroba & parasit, anti piretik, anti rematik, serta merangsang pengeluaran getah lambung & getah empedu.

4. SENTRA PENANAMAN
Terdapat di seluruh Indonesia, ditanam di kebun & di pekarangan. Pada saat ini jahe telah banyak dibudidayakan di Australia, Srilangka, Cina, Mesir, Yunani, India, Indonesia, Jamaika, Jepang, Meksiko, Nigeria, Pakistan. Jahe dari Jamaika mempunyai kualitas tertinggi, sedangkan India merupakan negara produsen jahe terbesar, yaitu lebih dari 50 % dari total produksi jahe dunia.

5. SYARAT PERTUMBUHAN
  1. Iklim
    1. Tanaman jahe membutuhkan curah hujan relatif tinggi, yaitu antara 2.500-4.000 mm/tahun.
    2. Pada umur 2,5 sampai 7 bulan atau lebih tanaman jahe memerlukan sinar matahari. Dengan kata lain penanaman jahe dilakukan di tempat yg terbuka sehingga mendapat sinar matahari sepanjang hari.
    3. Suhu udara optimum utk budidaya tanaman jahe antara 20-35°C.
  2. Media Tanam
    1. Tanaman jahe paling cocok ditanam pada tanah yg subur, gembur & banyak mengandung humus.
    2. Tekstur tanah yg baik adalah lempung berpasir, liat berpasir & tanah laterik.
    3. Tanaman jahe dapat tumbuh pada keasaman tanah (pH) sekitar 4,3-7,4. Tetapi keasaman tanah (pH) optimum utk jahe gajah adalah 6,8-7,0.
  3. Ketinggian Tempat
    1. Jahe tumbuh baik di daerah tropis & subtropis dengan ketinggian 0-2.000 m dpl..
    2. Di Indonesia pada umumnya ditanam pada ketinggian 200 - 600 m dpl.
6. PEDOMAN BUDIDAYA
6.1. Pembibitan Jahe
  1. Persyaratan Bibit Jahe : Bibit berkualitas adalah bibit yg memenuhi syarat mutu genetik, mutu fisiologik (persentase tumbuh yg tinggi), & mutu fisik. yg dimaksud dengan mutu fisik adalah bibit yg bebas hama & penyakit. Oleh karena itu kriteria yg harus dipenuhi antara lain:
    1. Bahan bibit diambil langsung dari kebun (bukan dari pasar).
    2. Dipilih bahan bibit dari tanaman yg sudah tua (berumur 9-10 bulan).
    3. Dipilih pula dari tanaman yg sehat & kulit rimpang tidak terluka atau lecet.
  2. Teknik Penyemaian Bibit : utk pertumbuhan tanaman yg serentak atau seragam, bibit jangan langsung ditanam sebaiknya terlebih dahulu dikecambahkan. Penyemaian bibit dapat dilakukan dengan peti kayu atau dengan bedengan.
    1. Penyemaian pada peti kayu : Rimpang jahe yg baru dipanen dijemur sementara (tidak sampai kering), kemudian disimpan sekitar 1-1,5 bulan. Patahkan rimpang tersebut dengan tangan dimana setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas & dijemur ulang 1/2-1 hari. Selanjutnya potongan bakal bibit tersebut dikemas ke dalam karung beranyaman jarang, lalu dicelupkan dalam larutan fungisida & zat pengatur tumbuh sekitar 1 menit kemudian keringkan. Setelah itu dimasukkan kedalam peti kayu. Lakukan cara penyemaian dengan peti kayu sebagai berikut: pada bagian dasar peti kayu diletakkan bakal bibit selapis, kemudian di atasnya diberi abu gosok atau sekam padi, demikian seterusnya sehingga yg paling atas adalah abu gosok atau sekam padi tersebut. Setelah 2-4 minggu lagi, bibit jahe tersebut sudah disemai.
    2. Penyemaian pada bedengan : Buat rumah penyemaian sederhana ukuran 10 x 8 m utk menanam bibit 1 ton (kebutuhan jahe gajah seluas 1 ha). Di dalam rumah penyemaian tersebut dibuat bedengan dari tumpukan jerami setebal 10 cm. Rimpang bakal bibit disusun pada bedengan jerami lalu ditutup jerami, & di atasnya diberi rimpang lalu diberi jerami pula, demikian seterusnya, sehingga didapatkan 4 susunan lapis rimpang dengan bagian atas berupa jerami. Perawatan bibit pada bedengan dapat dilakukan dengan penyiraman setiap hari & sesekali disemprot dengan fungisida. Setelah 2 minggu, biasanya rimpang sudah bertunas. Bila bibit bertunas dipilih agar tidak terbawa bibit berkualitas rendah..Bibit hasil seleksi itu dipatah-patahkan dengan tangan & setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas & beratnya 40-60 gram.
  3. Penyiapan Bibit Jahe : Sebelum ditanam, bibit harus dibebaskan dari ancaman penyakit dengan cara bibit tersebut dimasukkan ke dalam karung & dicelupkan ke dalam larutan fungisida sekitar 8 jam. Kemudian bibit dijemur 2-4 jam, barulah ditanam.
6.2. Pengolahan Media Tanam
  1. Persiapan Lahan : utk mendapatkan hasil panen yg optimal harus diperhatikan syarat-syarat tumbuh yg dibutuhkan tanaman jahe. Bila keasaman tanah yg ada tidak sesuai dengan keasaman tanah yg dibutuhkan tanaman jahe, maka harus ditambah atau dikurangi keasaman dengan kapur.
  2. Pembukaan Lahan : Pengolahan tanah diawali dengan dibajak sedalam kurang lebih dari 30 cm dengan tujuan utk mendapatkan kondisi tanah yg gembur atau remah & membersihkan tanaman pengganggu. Setelah itu tanah dibiarkan 2-4 minggu agar gas-gas beracun menguap serta bibit penyakit & hama akan mati terkena sinar matahari. Apabila pada pengolahan tanah pertama dirasakan belum juga gembur, maka dapat dilakukan pengolahan tanah yg kedua sekitar 2-3 minggu sebelum tanam & sekaligus diberikan pupuk kandang dengan dosis 1.500-2.500 kg.
  3. Pembentukan Bedengan : Pada daerah-daerah yg kondisi air tanahnya jelek & sekaligus utk encegah terjadinya genangan air, sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan-bedengan engan ukuran tinggi 20-30 cm, lebar 80-100 cm, sedangkan anjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan.
  4. Pengapuran : Pada tanah dengan pH rendah, sebagian besar unsur-unsur hara didalamnya, Terutama fosfor (p) & calcium (Ca) dalam keadaan tidak tersedia atau sulit diserap. Kondisi tanah yg masam ini dapat menjadi media perkembangan beberapa cendawan penyebab penyakit fusarium sp & pythium sp. Pengapuran juga berfungsi menambah unsur kalium yg sangat diperlukan tanaman utk mengeraskan bagian tanaman yg berkayu, merangsang pembentukan bulu-bulu akar, mempertebal dinding sel buah & merangsang pembentukan biji.
    1. Derajat keasaman < 4 (paling asam): kebutuhan dolomit > 10 ton/ha.
    2. Derajat keasaman 5 (asam): kebutuhan dolomit 5.5 ton/ha.
    3. Derajat keasaman 6 (agak asam): kebutuhan dolomit 0.8 ton/ha.
  1. Penentuan Pola Tanaman : Pembudidayaan jahe secara monokultur pada suatu daerah tertentu memang dinilai cukup rasional, karena mampu memberikan produksi & produksi tinggi. Namun di daerah, pembudidayaan tanaman jahe secara monokultur kurang dapat diterima karena selalu menimbulkan kerugian. Penanaman jahe secara tumpangsari dengan tanaman lain mempunyai keuntungan-keuntungan sebagai berikut:
    1. Mengurangi kerugian yg disebabkan naik turunnya harga.
    2. Menekan biaya kerja, seperti: tenaga kerja pemeliharaan tanaman.
    3. Meningkatkan produktivitas lahan.
    4. Memperbaiki sifat fisik & mengawetkan tanah akibat rendahnya pertumbuhan gulma (tanaman pengganggu). Praktek di lapangan, ada jahe yg ditumpangsarikan dengan sayur-sayuran, seperti ketimun, bawang merah, cabe rawit, buncis & lain-lain. Ada juga yg ditumpangsarikan dengan palawija, seperti jagung, kacang tanah & beberapa kacang-kacangan lainnya.
  2. Pembutan Lubang Tanam : utk menghindari pertumbuhan jahe yg jelek, karena kondisi air tanah yg buruk, maka sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan-bedengan. Selanjutnya buat lubang-lubang kecil atau alur sedalam 3-7,5 cm utk menanam bibit.
  3. Cara Penanaman : Cara penanaman dilakukan dengan cara melekatkan bibit rimpang secara rebah ke dalam lubang tanam atau alur yg sudah disiapkan.
  4. Perioda Tanam : Penanaman jahe sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan sekitar bulan September & Oktober. Hal ini dimungkinkan karena tanaman muda akan membutuhkan air cukup banyak utk pertumbuhannya.
6.4. Pemeliharaan Tanaman
  1. Penyulaman : Sekitar 2-3 minggu setelah tanam, hendaknya diadakan utk melihat rimpang yg mati. Bila demikian harus segera dilaksanakan penyulaman agar pertumbuhan bibit sulaman itu tidak jauh tertinggal dengan tanaman lain, maka sebaiknya dipilih bibit rimpang yg baik serta pemeliharaan yg benar.
  2. Penyiangan : Penyiangan pertama dilakukan ketika tanaman jahe berumur 2-4 minggu kemudian dilanjutkan 3-6 minggu sekali. Tergantung pada kondisi tanaman pengganggu yg tumbuh. Namun setelah jahe berumur 6-7 bulan, sebaiknya tidak perlu dilakukan penyiangan lagi, sebab pada umur tersebut rimpangnya mulai besar..
  3. Pembubunan : Tanaman jahe memerlukan tanah yg peredaran udara & air dapat berjalan dengan baik, maka tanah harus digemburkan. Disamping itu tujuan pembubunan utk menimbun rimpang jahe yg kadang-kadang muncul ke atas permukaan tanah. Apabila tanaman jahe masih muda, cukup tanah dicangkul tipis di sekeliling rumpun dengan jarak kurang lebih 30 cm. Pada bulan berikutnya dapat diperdalam & diperlebar setiap kali pembubunan akan berbentuk gubidan & sekaligus terbentuk sistem pengairan yg berfungsi utk menyalurkan kelebihan air. Pertama kali dilakukan pembumbunan pada waktu tanaman jahe berbentuk rumpun yg terdiri atas 3-4 batang semu, umumnya pembubunan dilakukan 2-3 kali selama umur tanaman jahe. Namun tergantung kepada kondisi tanah & banyaknya hujan.
  4. Pemupukan :
    1. Pemupukan Organik : Pada pertanian organik yg tidak menggunakan bahan kimia termasuk pupuk buatan & obat-obatan, maka pemupukan secara organik yaitu dengan menggunakan pupuk kompos organik atau pupuk kandang dilakukan lebih sering disbanding kalau kita menggunakan pupuk buatan. Adapun pemberian pupuk kompos organik ini dilakukan pada awal pertanaman pada saat pembuatan guludan sebagai pupuk dasar sebanyak 60 – 80 ton per hektar yg ditebar & dicampur tanah olahan. utk menghemat pemakaian pupuk kompos dapat juga dilakukan dengan jalan mengisi tiap-tiap lobang tanam di awal pertanaman sebanyak 0.5 – 1kg per tanaman. Pupuk sisipan selanjutnya dilakukan pada umur 2 – 3 bulan, 4 – 6 bulan, & 8 – 10 bulan. Adapun dosis pupuk sisipan sebanyak 2 – 3 kg per tanaman. Pemberian pupuk kompos ini biasanya dilakukan setelah kegiatan penyiangan & bersamaan dengan kegiatan pembubunan.
    2. Pemupukan Konvensional : Selain pupuk dasar (pada awal penanaman), tanaman jahe perlu diberi pupuk susulan kedua (pada saat tanaman berumur 2-4 bulan). Pupuk dasar yg digunakan adalah pupuk organik 15-20 ton/ha. Pemupukan tahap kedua digunakan pupuk kandang & pupuk buatan (urea 20 gram/pohon; TSP 10 gram/pohon; & ZK 10 gram/pohon), serta K2O (112 kg/ha) pada tanaman yg berumur 4 bulan. Pemupukan juga dilakukan dengan pupuk nitrogen (60 kg/ha), P2O5 (50 kg/ha), & K2O (75 kg/ha). Pupuk P diberikan pada awal tanam, pupuk N & K diberikan pada awal tanam (1/3 dosis) & sisanya (2/3 dosis) diberikan pada saat tanaman berumur 2 bulan & 4 bulan. Pupuk diberikan dengan ditebarkan secara merata di sekitar tanaman atau dalam bentuk alur & ditanam di sela-sela tanaman.
  5. Pengairan & Penyiraman : Tanaman Jahe tidak memerlukan air yg terlalu banyak utk pertumbuhannya, akan tetapi pada awal masa tanam diusahakan penanaman pada awal musim hujan sekitar bulan September;
  6. Waktu Penyemprotan Pestisida : Penyemprotan pestisida sebaiknya dilakukan mulai dari saat penyimpanan bibit yg utk disemai & pada saat pemeliharaan. Penyemprotan pestisida pada fase pemeliharaan biasanya dicampur dengan pupuk organik cair atau vitamin-vitamin yg mendorong pertumbuhan jahe.
7. HAMA & PENYAKIT
Hama yg dijumpai pada tanaman jahe adalah:
  1. Kepik, menyerang daun tanaman hingga berlubang-lubang.
  2. Ulat penggesek akar, menyerang akar tanaman jahe hingga menyebabkan tanaman jahe menjadi kering & mati.
  3. Kumbang.
  1. Penyakit layu bakeri
    • Gejala: Mula-mula helaian daun bagian bawah melipat & menggulung kemudian terjadi perubahan warna dari hijau menjadi kuning & mengering. Kemudian tunas batang menjadi busuk & akhirnya tanaman mati rebah. Bila diperhatikan, rimpang yg sakit itu berwarna gelap & sedikit membusuk, kalau rimpang dipotong akan keluar lendir berwarna putih susu sampai kecoklatan. Penyakit ini menyerang tanaman jahe pada umur 3-4 bulan & yg paling berpengaruh adalah faktor suhu udara yg dingin, genangan air & kondisi tanah yg terlalu lembab.
    • Pengendalian:
      • jaminan kesehatan bibit jahe;
      • karantina tanaman jahe yg terkena penyakit;
      • pengendalian dengan pengolahan tanah yg baik;
      • pengendalian fungisida dithane M-45 (0,25%), Bavistin (0,25%)
  2. Penyakit busuk rimpang
    • Penyakit ini dapat masuk ke bibit rimpang jahe melalui lukanya. Ia akan tumbuh dengan baik pada suhu udara 20-25 derajat C & terus berkembang akhirnya menyebabkan rimpang menjadi busuk.
    • Gejala: Daun bagian bawah yg berubah menjadi kuning lalu layu & akhirnya tanaman mati.
    • Pengendalian:.
      • penggunaan bibit yg sehat;
      • penerapan pola tanam yg baik;
      • penggunaan fungisida.
  3. Penyakit bercak daun
    • Penyakit ini dapat menular dengan bantuan angin, akan masuk melalui luka maupun tanpa luka.
    • Gejala: Pada daun yg bercak-bercak berukuran 3-5 mm, selanjutnya bercak-bercak itu berwarna abu-abu & ditengahnya terdapat bintik-bintik berwarna hitam, sedangkan pinggirnya busuk basah. Tanaman yg terserang bisa mati.
    • Pengendalian: baik tindakan pencegahan maupun penyemprotan penyakit bercak daun sama halnya dengan cara-cara yg dijelaskan di atas.
7.3. Gulma
Gulma potensial pada pertanaman temu lawak adalah gulma kebun antara lain adalah rumput teki, alang-alang, ageratum, & gulma berdaun lebar lainnya.

7.4. Pengendalian hama/penyakit secara organik
Dalam pertanian organik yg tidak menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya melainkan dengan bahan-bahan yg ramah lingkungan biasanya dilakukan secara terpadu sejak awal pertanaman utk menghindari serangan hama & penyakit tersebut yg dikenal dengan PHT (Pengendalian Hama Terpadu) yg komponennya adalah sbb:
  1. Mengusahakan pertumbuhan tanaman yg sehat yaitu memilih bibit unggul yg sehat bebas dari hama & penyakit serta tahan terhadap serangan hama dari sejak awal pertanaman
  2. Memanfaatkan semaksimal mungkin musuh-musuh alami
  3. Menggunakan varietas-varietas unggul yg tahan terhadap serangan hama & penyakit.
  4. Menggunakan pengendalian fisik/mekanik yaitu dengan tenaga manusia.
  5. Menggunakan teknik-teknik budidaya yg baik misalnya budidaya tumpang sari dengan pemilihan tanaman yg saling menunjang, serta rotasi tanaman pada setiap masa tanamnya utk memutuskan siklus penyebaran hama & penyakit potensial.
  6. Penggunaan pestisida, insektisida, herbisida alami yg ramah lingkungan & tidak menimbulkan residu toksik baik pada bahan tanaman yg dipanen ma maupun pada tanah. Disamping itu penggunaan bahan ini hanya dalam keadaan darurat berdasarkan aras kerusakan ekonomi yg diperoleh dari hasil pengamatan.
Beberapa tanaman yg dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati & digunakan dalam pengendalian hama antara lain adalah:.
  1. Tembakau (Nicotiana tabacum) yg mengandung nikotin utk insektisida kontak sebagai fumigan atau racun perut. Aplikasi utk serangga kecil misalnya Aphids.
  2. Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) yg mengandung piretrin yg dapat digunakan sebagai insektisida sistemik yg menyerang urat syaraf pusat yg aplikasinya dengan semprotan. Aplikasi pada serangga seperti lalat rumah, nyamuk, kutu, hama gudang, & lalat buah.
  3. Tuba (Derris elliptica & Derris malaccensis) yg mengandung rotenone utk insektisida kontak yg diformulasikan dalam bentuk hembusan dan
    semprotan.
  4. Neem tree atau mimba (Azadirachta indica) yg mengandung azadirachtin yg bekerjanya cukup selektif. Aplikasi racun ini terutama pada serangga penghisap seperti wereng & serangga pengunyah seperti hama penggulung daun (Cnaphalocrocis medinalis). Bahan ini juga efektif utk menanggulangi serangan virus RSV, GSV & Tungro.
  5. Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) yg bijinya mengandung rotenoid yaitu pakhirizida yg dapat digunakan sebagai insektisida & larvasida.
  6. Jeringau (Acorus calamus) yg rimpangnya mengandung komponen utama asaron & biasanya digunakan utk racun serangga & pembasmi cendawan, serta hama gudang Callosobrocus.
8. PANEN
  1. Ciri & Umur Panen Jahe: Pemanenan dilakukan tergantung dari penggunaan jahe itu sendiri. Bila kebutuhan utk bumbu penyedap masakan, maka tanaman jahe sudah bisa ditanam pada umur kurang lebih 4 bulan dengan cara mematahkan sebagian rimpang & sisanya dibiarkan sampai tua. Apabila jahe utk dipasarkan maka jahe dipanen setelah cukup tua. Umur tanaman jahe yg sudah bisa dipanen antara 10-12 bulan, dengan ciri-ciri warna daun berubah dari hijau menjadi kuning & batang semua mengering. Misal tanaman jahe gajah akan mengering pada umur 8 bulan & akan berlangsung selama 15 hari atau lebih.
  2. Cara Panen : Cara panen yg baik, tanah dibongkar dengan hati-hati menggunakan alat garpu atau cangkul, diusahakan jangan sampai rimpang jahe terluka. Selanjutnya tanah & kotoran lainnya yg menempel pada rimpang dibersihkan & bila perlu dicuci. Sesudah itu jahe dijemur di atas papan atau daun pisang kira-kira selama 1 minggu. Tempat penyimpanan harus terbuka, tidak lembab & penumpukannya jangan terlalu tinggi melainkan agak disebar.
  3. Periode Panen. : Waktu panen sebaiknya dilakukan sebelum musim hujan, yaitu diantara bulan Juni – Agustus. Saat panen biasanya ditandai dengan mengeringnya bagian atas tanah. Namun demikian apabila tidak sempat dipanen pada musim kemarau tahun pertama ini sebaiknya dilakukan pada musim kemarau tahun berikutnya. Pemanenan pada musim hujan menyebabkan rusaknya rimpang & menurunkan kualitas rimpang sehubungan dengan rendahnya bahan aktif karena lebih banyak kadar airnya.
  4. Perkiraan Hasil Panen : Produksi rimpang segar utk klon jahe gajah berkisar antara 15-25 ton/hektar, sedangkan utk klon jahe emprit atau jahe sunti berkisar antara 10-15 ton/hektar.
9. PASCAPANEN
  1. Penyortiran Basah & Pencucian : Sortasi pada bahan segar dilakukan utk memisahkan rimpang dari kotoran berupa tanah, sisa tanaman, & gulma. Setelah selesai, timbang jumlah bahan hasil penyortiran & tempatkan dalam wadah plastik utk pencucian. Pencucian dilakukan dengan air bersih, jika perlu disemprot dengan air bertekanan tinggi. Amati air bilasannya & jika masih terlihat kotor lakukan pembilasan sekali atau dua kali lagi. Hindari pencucian yg terlalu lama agar kualitas & senyawa aktif yg terkandung didalam tidak larut dalam air. Pemakaian air sungai harus dihindari karena dikhawatirkan telah tercemar kotoran & banyak mengandung bakteri/penyakit. Setelah pencucian selesai, tiriskan dalam tray/wadah yg belubang-lubang agar sisa air cucian yg tertinggal dapat dipisahkan, setelah itu tempatkan dalam wadah plastik/ember.
  2. Perajangan : Jika perlu proses perajangan, lakukan dengan pisau stainless steel & alasi bahan yg akan dirajang dengan talenan. Perajangan rimpang dilakukan melintang dengan ketebalan kira-kira 5 mm – 7 mm. Setelah perajangan, timbang hasilnya & taruh dalam wadah plastik/ember. Perajangan dapat dilakukan secara manual atau dengan mesin pemotong.
  3. Pengeringan : Pengeringan dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan sinar matahari atau alat pemanas/oven. pengeringan rimpang dilakukan selama 3 - 5 hari, atau setelah kadar airnya dibawah 8%. pengeringan dengan sinar matahari dilakukan diatas tikar atau rangka pengering, pastikan rimpang tidak saling menumpuk. Selama pengeringan harus dibolak-balik kira-kira setiap 4 jam sekali agar pengeringan merata. Lindungi rimpang tersebut dari air, udara yg lembab & dari bahan-bahan disekitarnya yg bisa mengkontaminasi..Pengeringan di dalam oven dilakukan pada suhu 50 ° C - 60 ° C. Rimpang yg akan dikeringkan ditaruh di atas tray oven & pastikan bahwa rimpang tidak saling menumpuk. Setelah pengeringan, timbang jumlah rimpang yg dihasilkan
  4. Penyortiran Kering. : Selanjutnya lakukan sortasi kering pada bahan yg telah dikeringkan dengan cara memisahkan bahan-bahan dari benda-benda asing seperti kerikil, tanah atau kotoran-kotoran lain. Timbang jumlah rimpang hasil penyortiran ini (untuk menghitung rendemennya).
  5. Pengemasan : Setelah bersih, rimpang yg kering dikumpulkan dalam wadah kantong plastik atau karung yg bersih & kedap udara (belum pernah dipakai sebelumnya). Berikan label yg jelas pada wadah tersebut, yg menjelaskan nama bahan, bagian dari tanaman bahan itu, nomor/kode produksi, nama/alamat penghasil, berat bersih & metode penyimpanannya.
  6. Penyimpanan : Kondisi gudang harus dijaga agar tidak lembab & suhu tidak melebihi 30 ° C & gudang harus memiliki ventilasi baik & lancar, tidak bocor, terhindar dari kontaminasi bahan lain yg menurunkan kualitas bahan yg bersangkutan, memiliki penerangan yg cukup (hindari dari sinar matahari langsung), serta bersih & terbebas dari hama gudang.